Mentan : Sektor Pertanian Tetap Eksis di Tengah Pandemi Corona

- Team

Sabtu, 27 Juni 2020 - 07:11

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpau, saat berkunjung ke Tuban, saksikan percepatan tanam padi.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpau, saat berkunjung ke Tuban, saksikan percepatan tanam padi.

TUBAN. Netpitu.com – Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo bersama Wakil Gubernur Jatim, Emil Elistianto Dardak melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Tuban, Jumat (26/06/2020).

Rombongan Mentan disambut Bupati Tuban, H. Fathul Huda untuk menyaksikan akselerasi pertanian percepatan tanam padi pasca panen di Desa Ngadirejo, Widang.

Pada kesempatan ini, diserahkan sejumlah bantuan pertanian, seperti bibit dan alat pertanian.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menteri Pertanian mengatakan percepatan tanam pasca panen dimaksudkan untuk mengejar sisa air yang tersedia.

Mengingat berdasarkan prakiraan BMKG terjadi kemarau panjang, serta Organisasi Pangan Dunia (FAO) memperkirakan akan terjadi krisis pangan global.

“Diperlukan akselerasi dari pemerintah daerah untuk mendorong petani mempercepat penamaan kembali pasca panen,” ungkapnya.

Juga dilakukan fasilitasi sarana prasarana penunjang pertanian lainnya, tersedianya bibit, perairan dan teknologi pertanian terbaru.

Menteri Syahrul Yasin menjelaskan Kabupaten Tuban memiliki kualifikasi sangat prima untuk menjadi percontohan pertanian di Jawa Timur dan nasional.

Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang disalurkan kepada petani lebih dari 200 miliar.

Baca Juga :  Buka Festival Waluh Wabup Harapkan Pemberdayaan Masyarakat

“Jumlah ini akan terus ditingkatkan untuk menunjang peningkatan sektor pertanian,” imbuhnya.

Sektor pertanian juga diarahkan berbasis korporasi hulu hilir. Sehingga petani tidak lagi menjual gabah namun dapat diolah menjadi beras premium untuk langsung dijual.

Kabupaten Tuban juga berpotensi untuk memiliki lokasi pengembangan bibit berkualitas.

Lebih lanjut, pemerintah daerah diminta ikut mengambil peran dalam pengelolaan pasca panen lebih baik.

Salah satunya menjaga stabilitas harga ketika panen dan pasca panen agar harga hasil pertanian tidak di bawah Harga Pokok Penjualan (HPP).

Selain sektor pertanian, lanjut Mentan, wilayah di Jawa Timur yang memenuhi kriteria dapat dikembangkan menjadi sentra perkebunan dan peternakan.

Langkah ini untuk menunjang ketersediaan bahan pangan, tidak hanya bahan primer tapi juga daging, sayur dan buah.

Pada masa pandemi Covid-19, mantan Gubernur Sulawesi Selatan ini mengajak masyarakat menaati protokol kesehatan dalam beraktivitas.

Sejumlah penyesuaian perlu dilakukan agar sektor pertanian terus berjalan. Di masa pandemi Covid-19, hanya sektor pertanian yang tetap eksis.

“Kita harus menjadi pemenang. Jangan sampai ada masyarakat kabupaten Tuban, Jatim, bangsa Indonesia yang kelaparan hanya karena Covid-19,” serunya dan disambut riuh tepuk tangan petani-petani, pejabat pemerintah desa, kecamatan hingga kebupaten serta pelaku-pelaku bisnis pertanian Kabupaten Tuban.

Baca Juga :  Kontribusi PDRB Bojonegoro Berada Diurutan 9 Se Jatim

Sementara itu, Wakil Gubernur Jatim, Emil Elistianto Dardak menyatakan Pemprov Jatim siap mendukung program Kementerian Pertanian. Sektor pertanian juga berkontribusi pada industri agro, makanan dan minuman di Jatim.

Tidak hanya itu, pertanian primer menyerap 1,3 tenaga kerja di Jawa timur. Nilai tukar petani menjadi salah satu perhatian Pemprov Jatim.

Wagub Jatim ini juga menuturkan bahwa Pejbat Pemerintah Jatim secara langsung turun langsung ke sejumlah wilayah sentra produksi pertanian.

Tujuannya adalah untuk memastikan percepatan tanam dengan memanfaatkan ketersediaan air berjalan optimal.

Dukungan Kementan dapat meningkatkan nilai tukar petani. 900 dari 1000 Kelompok Pertanian di Jatim telah menerima KUR Tani. Harapannya dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas pertanian.

Mantan Bupati Trenggalek ini juga secara langsung dihadapan banyak pihak menambahkan dengan menjelaskan bahwa Pemprov Jatim juga berupaya agar hasil kebun dapat diserap pasar.

Baca Juga :  PT Pindat Uji Coba Alsintan Traktor Roda 4

Salah satunya hasil perkebunan tebu. Sektor perkebunan tebu mampu menyerap 15 ribu tenaga kerja karenanya diupayakan agar dapat seluruhnya diserap oleh pihak pabrik, meski di masa pandemi Covid-19 seperti sekarang inj.

Bupati Tuban, H. Fathul Huda juga turut melaporkan bahwa pada masa pandemic Covid-19 di seluruh wilayah produksi pertanian di Kabupaten Tuban tidak mengalami penurunan.

Hal tersebut telah diprediksi hingga akhir tahun 2020 akan surplus hingga 60,49 persen. Adapun luas tanam pada tahun 2020 mencapai 120 hektar.

Sedangkan ketersedian komoditas jagung tahun 2020 mencapai 482.480 ton.

Estimasinya luas tanam areal jagung di Kabupaten Tuban mencapai seluas 107.527 hektar.

Tidak hanya itu, saat ini Kabupaten Tuban juga tengah mengembangkan benih jagung berbasis korporasi petani.

“Ini menjadi capaian yang membanggakan. Sehingga benih jagung tidak lagi impor, bahkan diharapkan dapat diekspor,” serunya.

Usai menyaksikan percepatan tanam di kecamatan Widang, Mentan beserta rombongan menuju desa Karangtinoto, Rengel untuk meninjau lokasi pilot percontohan nasional modelpPertanian modern berbasis mekanisasi pertanian.

(met)

Berita Terkait

Bebani Masyarakat, Sarbumusi Bojonegoro Tolak Tapera
David FS : Entas Kemiskinan, Garpu Jatim Akan Launching 1.000 Warung UMKM
Sandiaga Uno Bicarakan Industri Kreatif di Bojonegoro
Wujudkan Kesejahteraan Rakyat Golkar Lounching Kios Baqoel Karya Berkah
Peringati Hari Koperasi Dekopinda Bojonegoro Salurkan Sembako dan Daging Kurban
Peran BumDes Dalam Peningkatan Perekonomian Rakyat
PT.Rekind Belum Selesaikan Pembayaran Pada Vendor Penyedia Makanan dan Minuman
Zakat Fitrah Tahun Ini Ditentukan Sebesar 3 Kg Beras

Berita Terkait

Senin, 10 Juni 2024 - 11:47

408 Kades nek Bojonegoro Masa Jabatane Ditambahi 2 Taun

Senin, 10 Juni 2024 - 10:48

Masa Jabatan 408 Kades di Bojonegoro Diperpanjang 2 Tahun

Selasa, 4 Juni 2024 - 20:43

Banyak Masalah, PDIP Minta Pemerintah Batalkan PP No. 21 Tahun 2024 Tentang Tapera

Senin, 22 April 2024 - 13:11

Sekda Nurul Azizah Sapa Ribuan Warga di Pengajian Ning Umi Laila

Jumat, 19 Januari 2024 - 11:25

Pengajuan Penetapan Nama Pada Ijazah Muk’awanah Tak Penuhi Norma Hukum Administrasi Kependudukan : Pengadilan Harusnya Menolak

Jumat, 8 Desember 2023 - 19:29

Sikapi Pencoretan Caleg, DPC PPP Laporkan KPUD dan Bawaslu Kab. Bojonegoro ke DKPP

Rabu, 6 Desember 2023 - 12:10

Sunaryo Abuma’in : LABH PPP Layani Pendampingan dan Bantuan Hukum Gratis Pada Masyarakat

Senin, 4 Desember 2023 - 16:43

PPP Maksimalkan Peran Saksi di Setiap TPS

Berita Terbaru