Ditinggal Nonton Karnaval, Bara Api di Tungku Ludeskan Rumah

- Tim

Senin, 27 Agustus 2018 - 21:35

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TUBAN. Netpitu.com-Gara-gara dikira bara api kayu bakar dalam sebuah tungku/pawon milik wanita paruh baya sudah padam, justru rumah dan beserta isinya ludes dialalap api.

Kemarin sorei, (27/08/2018), Ny. Hartatik (47), seorang janda miskin warga RT 03/01/ Dusun Bandungrejo, Desa Kedungsuko, Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban, pada saat pulang tersimpuh lemas ketika melihat rumahnya menjadi tontonan banyak warga karena sudah menjadi rata setelah dalam dua jam lebih dilalap api.

Baca Juga :  Dua kali coba kabur Napi Teroris Dipindahkan ke Lapas Malang

“Api itu berasal dari belakang rumah, tepatnya dari ruangan dapur atau pawon,” ungkap anggota Humas Polres Tuban, Suganda kala ketemu netpitu.com dilokasi kejadian.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kapolsek Plumpang, AKP Budi Friyanto membenarkan peristiwa kebakaran tersebut, bahwa saat itu kebakaran rumah korban awalnya diketahui oleh Mursidi dan Ulfihanim tetangga korban.

“Sekitar pukul 15.00 WIB korban yang saya tahu sudah pergi nonton Karnaval di Desa kami. Begitu saya lewat didekat rumah korban, asap tebal berasal dari belakang rumahnya,” ungkap Mursidi.

Baca Juga :  Cegah Kenaikan Harga Polisipun Blusukan ke Pasar

Menurut Kapolsek Plumpang karena hebatnya jilatan api yang besar, rumah korban yang dominan terbuat dari kayu dan bambu serta juga karena panasnya musim kemarau dengan cepat meludes lantahkan rumah itu.

“Ditaksir kerugian korban mencapai ratusan juta Rupiah. Yach kira-kira kisaran seratus lima puluhan juta rupiah, lah,” ungkap Budi Friyanto.

Baca Juga :  PU Bojonegoro Darurat Utang, Kontraktor Rame-rame Tagih Pembayaran

Dari hasil dindentifikasi dari Kepolisian menyebutkan bahwa peristiwa itu beruntung tidak ada korban jiwa. Dan yang menjadi cepatnya api dapat menjalar dengan cepat karena di dekat tungku/pawon banyak tumpukan kayu-kayu bakar sehingga api mudah menjalar ke dinding yang terbuat dari bambu atau sesek.

(met)

Berita Terkait

Wartawan Bojonegoro Unjuk Rasa di Depan Mapolres, Kutuk Aksi Kekerasan Terhadap Jurnalis
Trend Penularan Covid19 di Bojonegoro Terus Meningkat, Tenaga Kesehatan Disasar
Terapkan PSBB, Bojonegoro Kembali Berlakukan Jam Malam
Kembali ke Zona Merah, Resiko Penularan Covid-19 di Bojonegoro Tinggi
Wabah Covid19 di Bojonegoro Mulai Menggila
Warga Ngampel Tuntut Ganti Rugi dan Kompensasi Bau Busuk Pengeboran Sumur Minyak Pertamina
Hadapi Kemarau, BPBD Bojonegoro Siapkan 1000 Tangki Air Bersih
Belum Ada Tanaman Pengganti, Penebangan Pohon di 5 Titik Jalan Dalam Kota Bojonegoro Dipertanyakan