oleh

Kampanye Kesehatan, LSM Gemati Gelar Pelatihan Pembuatan Buis Dekker Untuk Jamban

BOJONEGORO. Netpitu.com – Sebagai upaya meningkatkan ketrampilan, kemandirian, perilaku dan kesadaran masyarakat dalam turut serta melaksanakan pembangunan di Desa. LSM Gemati Bojonegoro, Kamis (27/9/2018) mengadakan Pelatihan Pembuatan Perlengkapan Jamban Sehat di Dukuh Kwangenrejo, Dusun Sidokumpul RT 37, Desa Leran, Kec. Kalitidu, Kab. Bojonegoro.

Hal tersebut dimaksudkan untuk menggugah peran serta masyarakat sebagai subyek pembangunan perlu ditumbuh kembangkan sebagai cikal bakal sifat gotong royong masyarakat yang sudah mulai luntur seiring dengan berkembangnya tehnologi.

Dalam pelatihan ini LSM Gemati Bojonegoro memberikan materi tehnik yang dilanjutkan dengan praktek tentang cara pembuatan buis deker. Adapun pelatihan pembuatan buis deker ini nantinya akan dipergunakan untuk membuat jamban.

Pelatihan ini didukung oleh ExxonMobil Cepu Limited dihadiri oleh Kepala Desa Leran Mutta’biin dan jajaran perangkat desa serta BPD Desa Leran.

Kampanye kesehatan program peningkatan sanitasi masyarakat yang dilaksanakan LSM Gemati di Desa Leran, Dusun Sidokumpul, Kecamaran Kalidu, nyasar 82 dan 18 Desa Sukoharjo, Kalitidu, Bojonegoro.

Khusus warga Dukuh Kwangenrejo RT 37, yang belum mempunyai jamban sendirii ada sekitar 20 rumah tangga.

Pelatihan ini didukung oleh ExxonMobil Cepu Limited dihadiri oleh Kepala Desa Leran Mutta’biin dan jajaran perangkat desa serta BPD Desa Leran.

Dari data yang diperoleh netpitu.com ada sekitar 1000 Kepala Keluarga ( KK ) yang belum memiliki janban sendiri. Dari jumlah tersebut 82 keluarga akan menerima bantuan jamban beserta closetnya dari LSM Gemati, Bojonegoro, yang berkerjasama dengan ExxonMobille Cepu Limited ( EMCL ).

“Di rumah Pujianto, ketua RT 37, RW 10 ini kita jadikan pilot project pelatihan pembuaran buis dekker untuk kelengkapan jamban warga. Rencananya dalam program pelatihan ini akan dibuat sekitar 60 bus decker,” ujar Manan, ketua LSM Gemati, kepada netpitu.com, Kamis (27/9).

“Satu keluarga penerima manfaat program akan memperoleh masing-masing 3 bus decker yang bisa digunakan sebagai septitank jamban keluarga,” tambah Dwi Sutrisno, di lokasi pelatihan.

Diharapkan dengan adanya pelatihan tersebut akan memberikan pelajaran, dan pengalaman bagi warga bagaimana cara membuat buis dekker untuk kelengkapan jamban.

Menurut Dwi Sutrisno, pemberian bantuan peralatan cetak buis dekkr ini merupakan keinginan warga. Dengan maksud setelah mereka bisa membuat buis dekker sendiri maka warga bisa membuat bus dekker jika membutuhkannya untuk membuat jamban.

(red)