oleh

Realisasi Pendapatan Negara di Wilayah Bojonegoro – Lamongan Alami Peningkatan

-BERITA-199 views

BOJONEGORO. Netpitu.com – Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara Wilayah Bojonegoro – Lamongan merilis capaian pendapatan dan belanja negara sampai dengan 31 Agustus2022, di ruang aula KPPN Bojonegoro, Selasa, 27 September 2022.

Dikatakan kepala KPPN Bojonegoro, Saiful Huda, sampai dengan 31 Agustus 2022 ini realisasi pendapatan negara telah mencapai sebesar Rp 1,7 triliun atau sekitar 72,8 persen dari target yang ditetapkan dalam nota dinas berdasarkan target Perpres 98/2022. Capaian ini tumbuh 19,98 persen lebih tinggi dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2021. Kontribusi dari Cukai yang tumbuh signifikan sampai dengan bulan Agustus 2022 mendorong pertumbuhan pendapatan negara jauh lebih tinggi dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2021.

Secara rinci, realisasi penerimaan perpajakan sampai dengan 31 Agustus 2022 adalah sebesar Rp. 1,6 triliun atau 71,1 persen dari target yang ditetapkan dalam nota dinas berdasarkan Perpres 98/2022. Realisasi tersebut berasal dari penerimaan pajak sebesar Rp. 0,5 triliun serta penerimaan kepabeanan dan cukai sebesar Rp. 1,1 triliun.

Realisasi penerimaan perpajakan sampai dengan 31 Agustus 2022 tumbuh sebesar 20,67 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2021. Kinerja positif ini utamanya dipengaruhi oleh kebijakan penunjukan pihak lain sebagai pemungut pajak sesuai Peraturan Menteri Keuangan Nomor 58/PMK.03/2022 dan peningkatan penerimaan Cukai yang tumbuh signifikan sebesar 23,65 persen (yoy) dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2021.

Sedangkan untuk realisasi penerimaan negara bukan pajak (PNBP) hingga 31 Agustus 2022 adalah sebesar Rp124,9 miliar atau mencapai 104.6 persen dari target yang ditetapkan berdasarkan Perpres 98/2022. Realisasi tersebut berasal dari PNBP lainnya sebesar Rp. 101,0 miliar serta realisasi pendapatan BLU sebesar Rp. 23,9 miliar. Realisasi PNBP ini tumbuh sebesar 11,9 persen (yoy) dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2021.

Baca Juga :  Kejar Keterlambatan, Pekerjaan Proyek Rigid Stren - Bandungrejo Dikebut

Menurut kepala KPPN wilayah Bojonegoro – Lamingan, kenaikan realisasi penerimaan negara bukan pajak sampai dengan bulan Agustus 2022 dipengaruhi oleh kenaikan realisasi PNBP lainnya yang tumbuh positif sebesar 12,28 persen (yoy) dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2021 dan kenaikan realisasi pendapatan BLU yang tumbuh sebesar 10,33 persen (yoy) dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2021.

Sementara itu, realisasi belanja negara hingga 31 Agustus 2022 mencapai Rp. 4,5 triliun atau 68,16 persen dari target Perpres 98/2022. Capaian ini menurun sebesar 0,47 persen (yoy), lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun 2021. Realisasi belanja negara tersebut terdiri dari realisasi belanja pemerintah pusat sebesar Rp. 0,4 triliun serta realisasi belanja transfer ke daerah dan Dana Desa (TKDD) sebesar Rp. 4,1triliun.

Realisasi belanja pemerintah pusat sampai dengan 31 Agustus 2022 menurun sebesar 5,06 persen (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2021. Penurunan ini salah satunya disebabkan adanya penundaan realisasi pagu belanja Kementerian Negara/Lembaga yang bersumber dari pinjaman luar negeri (PLN). Sedangkan realisasi belanja TKDD tumbuh sebesar 0,07 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2021. Kenaikan realisasi belanja TKDD sampai dengan bulan Agustus 2022 dipengaruhi oleh peningkatan realisasi belanja Dana Alokasi Khusus Fisik, Dana Alokasi Khusus Non Fisik, Dana Insentif Daerah, serta Dana Desa.

Baca Juga :  Soal Undang Orang Tua Siswa dan Minta Sumbangan Kepsek SMPN 1 Temayang Mengaku Salah

Dengan realisasi pendapatan negara sebesar Rp. 1,7 triliun serta realisasi belanja negara sebesar Rp. 4,5 triliun, maka defisit anggaran regional sampai dengan 31 Agustus 2022 mencapai sebesarRp. 2,8 triliun. Defisit anggaran regional tersebut menurun sebesar 9,66 persen (yoy) dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2021.

Adapun realisasi penerimaan negara pada bulan Agustus 2022 mencapai Rp. 198,5 miliar atau 121,39 persen dari proyeksi penerimaan negara, yaitu sebesar Rp. 163,6 miliar. Proyeksi penerimaan pada bulan Agustus 2022 understated sebesar Rp. 35,0 miliar.

Realisasi penerimaan pajak lebih tinggi Rp82,6 miliar, realisasi penerimaan kepabeanan dan cukai lebih rendah Rp. 50 miliar, serta realisasi PNBP lebih tinggi Rp. 2,4 miliar dari proyeksi penerimaan bulan Agustus 2022. Pada bulan September 2022, penerimaan pajak diproyeksikan mencapai Rp. 44,2 miliar, penerimaan kepabeanan dan cukai diproyeksikan mencapai Rp. 141,2 miliar, serta PNBP diproyeksikan mencapai Rp12,9 miliar.

Selanjutnya, realisasi pengeluaran negara pada bulan Agustus 2022 sebesar Rp. 193,7 miliar atau 94,37 persen dari proyeksi pengeluaran negara, yaitu sebesar Rp. 205,2 miliar. Proyeksi pengeluaran negara pada bulan Agustus 2022 overstated sebesar Rp. 11,5 miliar. Realisasi belanja Kementerian Negara/Lembaga lebih rendah Rp. 11,5 miliar dari proyeksi belanja Kementerian Negara/Lembaga bulan Agustus 2022. Sedangkan realisasi belanja TKDD telah sesuai dengan proyeksi belanjaTKDD pada bulan Agustus 2022.

Baca Juga :  Sampai September 2022 Realisasi Pendapatan Negara di Kabupaten Bojonegoro dan Lamongan Capai 82,28 Persen

Realisasi TKDD di wilayah Kabupaten Bojonegoro sampai dengan 31 Agustus 2022 sebesar Rp. 2,6 triliun atau 69,85 persen dari target Perpres 98/2022. Realisasi ini mengalami penurunan sebesar 4,98 persen bila dibandingkan periode yang sama tahun 2021. Penurunan realisasi TKDD hingga bulan Agustus 2022 utamanya berasal dari penurunan penyaluran Dana Bagi Hasil. Realisasi penyaluran Dana Bagi Hasil hingga Agustus 2022 mencapai Rp. 1,5triliun. Capaian ini mengalami penurunan hingga Rp. 178,0 miliar dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2021 atau menurun sebesar 10,92 persen (yoy).

Sementara itu, realisasi TKDD di wilayah Kabupaten Lamongan sampai dengan 31 Agustus 2022 sebesar Rp. 1,5 triliun atau 68,66 persen dari target Perpres 98/2022. Realisasi ini mengalami kenaikan sebesar 10,16 persen bila dibandingkan periode yang sama tahun 2021.

Kenaikan realisasi TKDD hingga bulan Agustus 2022 utamanya berasal dari peningkatan kinerja penyaluran Dana Alokasi Khusus NonFisik. Realisasi penyaluran Dana Alokasi Khusus Non Fisik hingga Agustus 2022 mencapai Rp. 218miliar. Capaian ini mengalami kenaikan hingga Rp. 69,0 miliar dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2021 atau tumbuh sebesar 46,41 persen (yoy).

( ro )