oleh

Petani Jagung 4 Kecamatan di Bojonegoro Lakukan Kontrak Kerjasama Dengan Bank Jabar dan CV. Mutiara Bumi

-EKONOMI-735 views

BOJONEGORO. Netpitu.com – 26 petani yang tinggal di wilayah pinggiran hutan di Kabupaten Bojonegoro, yang berasal dari Kecamatan Sugihwaras, Sekar, Gondang dan Ngambon, menandatangani kontrak kerjasama pengusahaan tanaman pertanian Jagung dengan CV. Mutiara Bumi, Sragen dan Bank Jawa Barat ( BJB ), Selasa, (27/10/2020) di Balai Desa Nglampin, Kecamatan Ngambon, Bojonegoro.

Dalam kerjasama ini, petani akan mendapatkan kucuran dana kredit dari BJB sebesar Rp. 13.558.000.00 untuk pembiayaan setiap satu hektar lahan pertanian jagung, dengan bunga sebesar 0,6 persen per tahun.

Dikatakan Bambang, perwakilan dari BJB, Kredit Usaha Rakyat ( KUR ) tersebut diberikan kepada petani yang memang membutuhkan modal untuk usaha pertaniannya. Kredit ini diberikan kepada petani tanpa anggunan. Untuk pembayarannya, petani bisa melakukan pembayaran setelah masa panen jagung dilakukan.

Syarif Usman, saat memberikan pembekalan kepada petani di Balai Desa Nglampin, Selasa, (27/10/2020).

Meski tidak menggunakan anggunan kredit, namun petani tetap diwajibkan untuk membayar kredit tanggungannya. Hanya saja, pengembalian kredit bisa dilakukan dengan cara menjual hasil tanaman jagungnya kepada CV. Mutiara Bumi, yang secara langsung telah menjamin kredit permodalan pertanian tersebut.

Seperti dikatakan Direktur CV. Mutiara Bumi, Hesti Yuliastatik, kepada netpitu.com, bahwa kredit 26 petani jagung di Bojonegoro tersebut memang tidak menggunakan anggunan seperti biasanya dipersyaratkan oleh pihak perbankan.

Karena CV. Mutiara Bumi, miliknya telah memberikan jaminan akan pengembalian kredit petani tersebut kepada perbankan melalui program kemitraan antara CV. Mutiara dan petani.

Lebih lanjut dijelaskan oleh Hesti, petani nantinya hanya menjual produksi panen jagungnya kepada CV. Mutiara Bumi. Sedangkan CV. Mutiara Bumi akan membeli hasil,panen jagung petani sesuai harga pasaran yang berlaku pada saat itu di lapangan, dimana petani tinggal.

Dierektur CV. Mutiaea Bumi, Sragen, Hesti Yuliastatik.

“Jangan kuatir, CV. Mutiara Bumi bukan tengkulak yang akan membeli hasil panen petani dengan harga murah. Justru sebaliknya, kami ini sudah biasa membeli jagung dari tengkulak. Sehingga dipastikan harga beli jagung CV. Mutiara Bumi kepada petani sesuai harga pasar,” tegas Hesti, dihadapan para petani penerima kredit.

Di Bojonegoro, pada Musim Tanam ( MT ) ini, CV. Mutiara Bumi, mentargetkan program kemitraan dengan petani dengan tanaman jagung ini seluas 2.000 hektar lahan pertanian. Hingga Oktober ini, jumlah target tersebut menurut Hesti sudah terpenuhi.

Dalam program kemitraan ini, nantinya petani akan menerima benih jagung ( NK 212 ) pupuk VOC ( organik pengurai tanah ), pupuk non subsidi ( Kaltim dan Pusri ), obat-obatan tanaman pertanian yang dibutuhkan petani uang biaya garap sawah atau lahan jagung, sebesar Rp. 3 juta rupiah per hektar.

Bagi petani sendiri program ini sangat menguntungkan. Karena selain bunga kredit bank yang relatif rendah ( diperhitungkan 3 persen untuk jangka waktu kredit 6 bulan ), juga adanya jaminan terbelinya hasil panen jagung mereka. Sehingga petani tidak kawatir atas tidak terbayarnya hutang mereka kepada BJB.

Pasangan suami isteri pelaku program kemitraan dengan BJB dan CV. Mutiara Bumi, tengah mendapatkan penjelasan dari petugas.

Program kemitraan petani dan CV. Mutiara Bumi ini, bagi petani sangat membantu petani dalam persoalan permodalan pertanian. Diharapkan, program tersebut juga bisa menyentuh peyani padi dan petani palawija lainnya, selain jagung.

Apalagi dengan adanya kelangkaan pupuk subsidi yang terjadi pada akhir-akhir ini, menjadikan petani kebingungan, karena tidak tahu harus kemana mencari kevukupan kebutuhan pupuknya.

Dengan hadairnya CV. Mutiara Bumi ini, setidaknya telah meringankan beban petani dalam memenuhi kebutuhan pepeuknya. Lantaran, salah satu Saprodi yang ditanggung pengadaannya oleh CV. Mutiara Bumi adalah pupuk yang menjadi kebutuhan pokok petani.

Sementara itu, Syarif Usman, yang menjadi fasilitator dan penfampung ptigram kemitraan petani dengan investor ini mengatakan akan terus memantau program ini hingga tercapai keberhasilan pada jedua belah pihak. Baik petani maupun CV. Mutiara Bumi selaku investor.

Sehingga ke depannya, investorbdan pihak petbankan BJB memiliki kepercayaan untuk melakukan investasikan modalnya lebih vesar lagi di Bojonegoro, khususnya di bidang pertanian.

Untuk itu Syarif Usman mengungatkan kepada oetani petani untuk memanfaatkan modal yang ditetimanya tersebut sebaik-baiknya. Agar petani bisa memperoleh keuntungan sebesar-besarnya.

Kegiatan penandatanganankontrak kerjadama petani dan BJB dan CV. Mutiara Bumi, di balai desa Nglampun, Kec. Ngambon, Bojonegoro,Selasa, (27/10/2020).

“Kalau biasanya panen jagung per hektar yang diusahakan petani disini hanya menghasilkan 5 – 6 ton, maka diperkirakan dengan menggunakan benih dan aplikasi tanaman jagung milik CV. Mutiara Bumi ini, petani bisa menghasilkan produksi jagung sebanyak 10 ton. Ini kan luar biasa penambahannya. Berarti sestidaknya petani sudah untung 4 ton lebih,” kata Syarif Usman.

( ro )