oleh

BPN Mulai Sosialisasikan Sertifikat PTSL Pada Warga

BOJONEGORO. Netpitu.com – Kantor Badan Pertanahan Nasional Bojonegoro, Sosialisasikan Program Pendaftaran Tanah Sistematik (PTSL), di kantor Desa Mojoranu, Kecamatan Dander, Senin, (28/1).

Sedikitnya ada 900 warga Desa Mojoranu, yang berminat mendaftar untuk mendapatkan program sertifikat gratis yang diberikan pemerintahan presiden Jokowi.

Perwakilan Badan Pertanahan Nasional Bojonegoro Arif , menjelaskan jika sosialisasi program PTSL, kepada peserta ini dirasa sangat penting. Diharapkan dengan adanya sosialisasi ini masyarakat akan paham baik mekanisme, pembiayaan, dan apa saja yang menjadi hak dan kewajiban peserta PTSL.

Baca Juga :  PU Bina Marga Akan Tindaklanjuti Dugaan Penyimpangan Spek Proyek Jalan Nasional Bojonegoro - Balen

Pada 2019 ini, BPN Bojonegoro mendapat jatah 80.000 bidang tanah yang ditetapkan untuk mengikuti program PTSL yang tersebar di 46 desa.

“Ini adalah usaha penerintah agar semua masyarakat dapat sertifikat tanah,” ucapnya.

Dirinya berharap agar para peserta PTSL dapat segera memenuhi segala persyaratan. Salah satunya adalah pemberkasan. Hal ini dimaksudkan agar program ini dapat segera selesai tepat pada waktunya.

Menurutnya, Pemerintah melalui amanat undang-undang mempunyai kewajiban untuk melakukan pendaftaran tanah. Hal ini menjadi prioritas pemerintahan Jokowi, dan ini merupakan program strategis pemerintah.

Baca Juga :  Setahun Persis, Rekontruksi Perkara KDRT Baru Digelar, Isteri Rozi Kecewa

Menurutnya tanah dapat menjadi multi dimensi, banyak potensi yang ada di tanah. Maka dari itu, dengan adanya progran PTSL ini dimaksutkan untuk melindungi hak bagi pemiliknya. Karena PTSL ini merupakan Program percepatan diharapkan warga segera menyiapkan persyaratanya agar suapaya segera bisa diproses.

Sementara itu Kades Desa Mojoranu Luqman Hakim berharap program kegiatan PTSL yang dilakukan pantia ini bisa berjalan lancar dan selesai tepat waktu sesuai targetkan BPN.

Salah Satu Warga Desa Mojoranu Achmad Imam mengaku senang dengan adanya Program PTSL ini. Dengan begitu status tanahnya menjadi jelas dan tidak timbul masalah dengan keluarga terkait warisan.

Baca Juga :  Info Operasi Bocor, Kayu Sonekeling Dipindah, Terduga Pemilik Melarikan Diri

Apalagi biaya adminstratif Program PTSL ini hanya Rp. 150 ribu. Lebih ringa lagi karena peserta habya diwajibkan mengumpulkan berkas dan tinggal ditunggu dirumah sudah jadi.

” Jidak usah wira wiri. Enakbya lagi, biayanya sanfat murah. Kalau ngurus sendiri ( di luar prigram PTSL), biayanya bisa mencapai Rp. 3 juta mas,” jelas Imam, warga Desa Mojoranu.

(dan)