PKBM Minta Pelaksanaan Ujian Paket B dan C Disamakan Dengan Sekolah Formal

- Team

Rabu, 28 Februari 2018 - 19:01

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOJONEGORO. Netpitu.com – Terbatasnya kepemilikan perangkat komputer untuk Ujian Nasional menjadikan pengelola pendidikan luar sekolah (non formal) Paket B dan C, kelabakan. Lantaran rata-rata pengelola oendidikan Pakey belajar tersebut tidak memiliki peralatan komputer sebagai sarana UN berbasis komputer.

Menurut Wahyu Hidayat, Kasi Kesetaraan dan Keaksaraan Dinas Pendidikan Bojonegoro, ketentuan yang termaktub dalam Peraturan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Nomor 0044/P/BSNP/XI/2017, tertanggal 28 Nopember 2017 tentang Prosedur Operasional Standar Penyelenggaran Ujian Nasional 2017-2018, memberatkan penyelenggara pendidikan Paket B dan C.

Baca Juga :  Anna Muawanah - Budi Irawanto Dilantik Jadi Bupati dan Wakil Bupati Bojonegoro

Karena peraturan tersebut diskrominatif dan tak berpihak pada fakta kemampuan yang dimiliki oleh penyelenggara program Paket B dan C.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam ketentuan BSNP disebutkan jadwal pelaksanaan UNBK SMA/MA/SMK/SMTK dan SMP/MTS menggunakan sistem sesi (1, 2 dan 3). Sedangkan jadwal Ujian Nasional untuk program pendidikan paket C dan paket B tidak menggunakan sistem sesi (1, 2 dan 3).

Baca Juga :  Kasus Pengisian Perangkat Hari Ini Polres Gelar Rekontruksi di Prayungan

“Kami mengusulkan  prosedur operasional standar ujian nasional 2017 -2018 agar pendidikan paket C dan B juga menggunakan sistem sesi sebagaimana ujian Nasional SMA/MA/SMK/dan SMP/MTS,” ujar Wahyu, kepada netpitu.com, Rabu, (28/2).

Sebab lanjut Wahyu,  warga belajar (WB) yang mengikuti Unas rata-rata lebih dari 200 orang. Sementaea sarana dan prasarana komputer yang dipergunakan masih memimjam dari sekolah formal (SMAdan SMP).

Baca Juga :  Wabah Covid19 di Bojonegoro Mulai Menggila

Untuk itu Wahyu meminta agar BSNP dapat menyelesaikan potensi kendala yang bisa mengganggu kelancaran pelaksanaan Unas.

Sebab jika pelaksananaan Unas tahun ini harus berlaku sebagaimana ketentuan BSNP maka dipastikan akan menimhulkan masalah yang sulit diatasi oleh pihak penyelenggara Paket Kejar B dan C di Bojonegoto.

“Kami minta agar Kementerian Pendidikan pusat bisa segera menyelesaikan persoalan ini,” harap Wahyu.

(dan)

Berita Terkait

LHP BPK Kab. Bojonegoro Sudah Diserahkan Ke Ketua DPRD Tapi Tak Dibagikan Pada Anggota
16 Lowongan Parades Di Sukosewu, Jangan Lempar Bola Panas Ke Kecamatan
Hoax Kabar Penghentian Hibah BKD Dari KPK
Dorong Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik, Kementerian PAN RB Lakukan Rakor Online
Miris, Masih Ada Jalan Poros Desa Berlumpur di Bojonegoro
Wartawan Bojonegoro Unjuk Rasa di Depan Mapolres, Kutuk Aksi Kekerasan Terhadap Jurnalis
PDIP : Pemkab Harus Berikan Solusi Soal Kelambatan Pencairan ADD
Duh, 53 Desa Di Bojonegoro Belum Mengajukan Pencairan ADD., Ada Apa ?

Berita Terkait

Kamis, 20 Juni 2024 - 12:32

Pilkada Bojonegoro : Memilih Pemimpin Atau Penguasa ( 1 )

Senin, 10 Juni 2024 - 10:48

Masa Jabatan 408 Kades di Bojonegoro Diperpanjang 2 Tahun

Selasa, 4 Juni 2024 - 20:43

Banyak Masalah, PDIP Minta Pemerintah Batalkan PP No. 21 Tahun 2024 Tentang Tapera

Senin, 22 April 2024 - 13:11

Sekda Nurul Azizah Sapa Ribuan Warga di Pengajian Ning Umi Laila

Jumat, 19 Januari 2024 - 11:25

Pengajuan Penetapan Nama Pada Ijazah Muk’awanah Tak Penuhi Norma Hukum Administrasi Kependudukan : Pengadilan Harusnya Menolak

Jumat, 8 Desember 2023 - 19:29

Sikapi Pencoretan Caleg, DPC PPP Laporkan KPUD dan Bawaslu Kab. Bojonegoro ke DKPP

Rabu, 6 Desember 2023 - 12:10

Sunaryo Abuma’in : LABH PPP Layani Pendampingan dan Bantuan Hukum Gratis Pada Masyarakat

Senin, 4 Desember 2023 - 16:43

PPP Maksimalkan Peran Saksi di Setiap TPS

Berita Terbaru

PILKADA 2024

Pilkada Bojonegoro : Memilih Pemimpin Atau Penguasa ( 1 )

Kamis, 20 Jun 2024 - 12:32

PENDIDIKAN

Job And Edu Fair SMKN 1 Diserbu Peminat Kerja Bojonegoro

Selasa, 11 Jun 2024 - 11:03