oleh

Pilkada Bojonegoro Tebar Pesona Tanpa Visi Misi ( Bagian 1 )

Netizensatu.com – Menjelang perhelatan Pilkada serentak 2018, kini di sepanjang jalan raya Kabupaten Bojonegoro mulai bermunculan banner dengan gambar sosok orang tidak dikenal. Lantaran mereka bukanlah tokoh politik partai maupun tokoh masyarakat yang sering muncul di panggung politik.

Tak heran jika beberapa warga yang melihat lantas bertanya “ Siapa lagi orang ini ? ”.

Meski terkesan lamban memasuki bulan ke lima tahun ini, setidaknya sudah ada 10 orang yang berniat mengambil peluang pengadu peruntungan di Pilkada Bojonegoro. Hanya saja , sejauh ini belum jelas posisi apa yang hendak diraihnya, calon bupati atau calon wakil bupati. Semua masih acak.

Dari pengamatan Netizensatu.com ke sepeuluh orang yang mulai terlihat sibuk sepak terjangnya di masayarakat adalah, 1. Setyo Hartono ( Wakil Bupati Bojonegoro ), 2. Mitroatin (Ketua DPRD Bojonegoro), 3. Mafudoh Suyoto ( Isteri Bupati Bojnegoro ), 4.Hanafi – Nurul Azizah ( keduanya Kepala Dinas di Pemkab Bojonegoro ), 5. Heru Suroso ( Pengusaha ), 6. Sutrisno ( Pengusaha ), 7. Wardiyono ( Mayjen TNI aktif ), 8. Ana Muawanah ( Anggota DPR RI PKB ), 9. Sukir ( PNS Pemkab Bojonegoro ) dan 10. Puji Dewanto ( Pengusaha ).

Selain itu juga terdapat tokoh-tokoh lain seperti, Budiono ( Ketua Kadin ), Wawan ( Ketua PDIP Bojonegoro ), Mardiko ( Anggota DPRD Bojonegoro ). Namun deretan nama yang terakhir hingga saat ini belum memperlihatkan aktifitas konkritnya di masyarakat.

Sementara itu beberapa kegiatan calon yang berasal dari pemerintahan lebih sering turun ke lapangan menemui masyarakat.

Wabup Setyo Hartono misalnya, akhir-akhir ini lebih sering berkunjung ke Desa-desa melakukan kegiatan pembinaan Aparatur Sipil Negara. Setidaknya hingga sekarang sudah ada sekitar 300 Desa yang telah dikunjungi. Bahkan agenda “ngetrail” yang dikemas dalam kegiatan touring kini kerap dilakoni.

Mtroatin, ketua DPRD Bojonegoro, ini juga terlihat lebih aktif berkunjung ke lapangan menghadiri undangan pengajian maupun haul yang diselenggarakan Pondok Pesantren. Mitro, nama panggilannya, juga aktif menghadiri kegiatan diskusi yang diselenggarakan organisasi mahasiswa.

Mafudoh Suyoto, ibu ketua PKK ini nampaknya juga padat dengan agenda pedesaan yang berkaitan dengan pembinaan kaum perempuan dan lingkungan sehat pedesaan.

Hanafi – Nurul Azizah, kepala dinas Pendidikan daerah dan kepala Lingkungan hidup dan kebersihan ini cukup aktif menghadiri acara-acara seremonial yang diselenggarakan lembaga pendidikan ( Sekolah,red ). Pasangan ini juga cukup populer dikalangan pegawai negeri sipil.

Ana Muawanah, anggota DPR RI dari PKB ini cuup getol menjumpai masyarakat melalui forum pengajian, diskusi maupun penjaringan aspirasi masyarakat konstituen Partai Kebangkitan Bangsa.

Kuswiyanto, anggota DPR RI dari PAN ini digadang-gadang sebagai pengganti Suyoto untuk memimpin Kabupaten Bojonegoro. Dalam setahun terakhir Kuswiyanto terlihat ” sregep ” ( Rajin,red ) turun ke Desa-desa menjumpai masa konstituennya. Meski Pilkada belum dimulai sudah banyak kalangan yang pesimis Kuswiyanto bakal dapat besaing di Pilkada Bojonegoro mendatang.

Sedangkan beberapa bakal calon yang berasal dari kalangan pengusaha dan cukup intensif melakukan kunjungan ke lapangan adalah Heru Suroso, Sutrisno, Arif Januarso.

Heru Suroso, Pengusaha asal nasional yang bergerak di bidang real Estate dan kontruksi ini, sepak terjangnya di masyarakat mulai terlihat dalam 9 bulan terakhir ini.

Asli kelahiran Dusun Dangilo, Desa Hargomulyo, Kecamatan Kedewan, Heru Suroso, juga meupakan ativis pergerakan mahasiswa ketika menjalani masa kuliah di Papua, dengan  jabatan terakhir sebagai ketua PKC ( Pengurus Koordiator Cabang ) PMII Papua dan Papua Barat.

Sebagai alumni Pondok Pesantren Al Fallah, Desa Pacul, dalam menjalani atifitas turun ke masyarakatnya, Heru Suroso masih berkutat di sekitar kegiatan keagamaan seperti pengajian, harlah Ponpes, haul dan diskusi kepemudaan dengan komunitas santri dan ormas.

Surisno, pengusaha yang memiliki latar belakang anggota Partai Kesejahteraan Sosial (PKS) ini lebih dikenal sebagai pengusaha CV Pinggiran.

Belakangan penampilannya secara mengejutkan sempat membuat heboh sebagian warga Bojonegoro, lantaran gerakan pasang banner serentak dengan tagline “ Ayo Bela Bojonegoro, Beli Bojonegoro “ yang menampilkan poto diri Sutrisno.

Gerakan sosialisasi di tingkat pedesaanpun cukup intensif dilakkan dengan memperkenalkan nama Sutrisno sebagai bakal Cabup dengan membagikan Kipas dan selebaran pada warga Desa. Sedangkan untuk pemasangan gambar dan banner Sutrisno ada penolakan di beberapa Desa. Dengan alasan warga takut dicap sebagai pendukungnya.

Arief Januarso, Ketua Yayasan Suyitno,  Universitas Bojonegoro ( Unigoro ), sementara ini lebih banyak bermain dengan memasang banner dan belum aktifitas kunjungan ke masyarakat secara intens.

Sukir, Pegawai Negeri Sipil Pemkab Bojonegoro, cukup banyak memiliki pendukung. Terutama tentunya dari kalangan petugas kesehatan. Lantaran Sukir, yang dikenal sebagai koordinator mantri kesehatan ini cukup supel dan cekatan dalam melaksanakan kegiatan.

 

BERSAMBUNG….

 

(Edkun)