Depresi, Siswa SMAN 1 Tuban Gantung Diri

- Team

Sabtu, 28 Juli 2018 - 12:06

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TUBAN. Netpitu.com-Warga perumahan sore ini digegerkan dengan Isak tangis dari keluarga di sebuah perumahan di Kelurahan Kedungombo, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban.

Sontak tangisan dari seorang perempuan semakin keras dan mengagetkan warga sekitar ketika melihat jasad Rahmad Noval Atoriq (17) yang mengantung diri di Perumahan cukup padat penduduk jalan Cokroaminoto Blok A-34, RT 07, RW 04, Jumat (27/07/2018), pukul 14.30 WIB.

Tubuh pemuda yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Atas Negeri I (SMAN) Tuban kelas dua tersebut pertama kali diketahui oleh kerabat yang bernama Mujayana (40) kala ingin mengecek rumahnya.

Kala itu lewat kaca cendela yang tidak ada penutupnya atau Gorden melihat yang diketahui adalah keponakannya sendiri tampak berantungan pada sebuah selendang yang meliit di lehernya.

Jadi tampak seperti mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri, Mujayana lantas menghubungi polisi Polsek Semanding.

Menurut Feri (25) warga setempat, setiap hari Noval merupakan sosok pendiam dan tertutup. Jarang terlihat berinteraksi dengan dengan tetangga sekitar rumah korban.

Baca Juga :  Jokowi : Jangan Ada Lagi Program Orientasinya Proyek

“Setiap hari setelah pulang sekolah dia lebih sering terlihat mengurung diri di rumah,” katanya.

Noval sendiri merupakan anak tunggal dari Bidan desa bernama Isrok (40).

Kapolsek Semanding AKP Desis Susilo kepada netpitu.com, di tempat kejadian perkara (TKP) mengatakan, diperkirakan korban mengakhiri hidupnya sudah 8 jam yang lalu. Untuk motifnya korban mengakhiri hidupnya karena masalah depresi.

“Korban ini mengalami depresi karena setelah melakukan operasi penis (kemaluan). Ini yang kami duga sebagai penyebab dia mengakhiri hidupnya, korban sendiri merupakan warga pendatang dari Kecamatan Grabagan,” kata perwira polisi berpangkat tiga balok dipundaknya ini. 

Baca Juga :  Dandim 0813 Cek Persiapan Penutupan TMMD ke 100

Saat melakukan gantung diri, kata Desis beberapa warga mendengar suara gaduh di dalam rumah.

Namun tetangga sekitar tidak berani mendekat. Korban sendiri mengakhiri hidupnya dengan gantung diri mengunakan selendang, yang biasanya dipergunakan ekstra kurikuler di sekolah. 

Saat ini jasad korban dibawa ke rumah sakit terdekat. Hasil sementara menunjukan bahwa tubuh korban tidak mengalami penganiayaan.

“Kita pastikan murni gantung diri, hasil pemeriksaan medis yang kami lakukan korban depresi,”jelasnya.

(gio)

Berita Terkait

Wartawan Bojonegoro Unjuk Rasa di Depan Mapolres, Kutuk Aksi Kekerasan Terhadap Jurnalis
Trend Penularan Covid19 di Bojonegoro Terus Meningkat, Tenaga Kesehatan Disasar
Terapkan PSBB, Bojonegoro Kembali Berlakukan Jam Malam
Kembali ke Zona Merah, Resiko Penularan Covid-19 di Bojonegoro Tinggi
Wabah Covid19 di Bojonegoro Mulai Menggila
Warga Ngampel Tuntut Ganti Rugi dan Kompensasi Bau Busuk Pengeboran Sumur Minyak Pertamina
Hadapi Kemarau, BPBD Bojonegoro Siapkan 1000 Tangki Air Bersih
Belum Ada Tanaman Pengganti, Penebangan Pohon di 5 Titik Jalan Dalam Kota Bojonegoro Dipertanyakan