Diperiksa Polda Jatim, Wabup Bojonegoro Dicecar 50 Pertanyaan

- Team

Kamis, 28 Oktober 2021 - 19:51

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SURABAYA. Netpitu.com – Wakil Bupati Bojonegoro, Budi Irawanto, Kamis, (28/10/2021), telah menjalani pemeriksaan penyidik Unit V Ditreskrimsus Polda Jatim, terkait pelaporannya soal pencemaran nama baik oleh Bupati Bojonegoro, Anna Mua’awanah, dalam media sosial group WhatdApp.

Di Polda Jatim, Budi Irawanto, diperiksa oleh penyidik selama sekitar 5 jam, dan diberikan 50 pertanyaan.

Dari materi sebanyak 50 pertanyaan yang ditanyakan penyidik itu, sekitar kronologi kejadian munculnya chat Bupati Bojonegoro, Anna Mu’awanah, yang bernads melecehkan, menghina, memfitnah, dan mencemarkan nama baik sang Wakil Bupati.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sudah, pemeriksaan berjalan sekitar 5 jam dengan 50-an pertanyaan
seputar kronologi dan permintaan keterangan tambahan,” ucap Wakil bupati Bojonegoro, Budi Irawanto, kepada netpitu.com, seusai menjalani periksaan penyidik Polda Jatim, Kamis, (28/10/2021), di Surabaya.

Baca Juga :  Gudang Oven Tembakau di Kecamatan Temayang Terbakar

Pemeriksaan terhadap Budi Irawanto dimulai dari Pukul 11.00 Wib sampai dengan Pukul 16.00 Wib.

Diberitakan sebelumnya, penyidik Ditreskrimsus Polda Jatim, dalam menangani kasus pencemaran nama baik Budi Irawanto, telah memanggil tiga orang saksi dan 1 saksi ahli ITE.

Ketiga saksi yang diperiksa, selain saksi ahli. Dua orang saksi adalah merupakan admin group WhatsApp Jurnalis dan Informasi, satu lagi saksi merupakan pembuat group, Dankuswan, tidak datang penuhi panggilan penyidik.

Perkara pencemaran nama baik oleh bupati Bojonegoro ini berawal dari chat yang dilakukan leh wakil bupati Bojonegoro, Budi Irawanto, yang membawa tentang tidak sinkronnya data orang yang terpapar Covid19 dan jumlah data kematian orang karena Covid19 di Bojonegoro.

Baca Juga :  Sampai September 2022 Realisasi Pendapatan Negara di Kabupaten Bojonegoro dan Lamongan Capai 82,28 Persen

Itulah sebabnya saat penyidik Polda Jatim itu menanyakan soal sifat group WhatsApp tersebut, kepada saksi yang bertindak sebagai admin, Yusti Rubiyantika alias Teyeng, mengatakan group Jurnalis dan Informasi bersifat umum dan publik. Dengan anggota dari bebagai elemen masyarakat. Seperti bupati, wakil bupati, Kapolres, mantan Kapolres, Dandim, mantan bupati, mantan Kajari, Anggita DPRD, LSM, wartawan dan masyarakat umum.

Sedangkan fungsi group lebih banyak digunakan untuk percakapan umum dan membagikan berita.

“Isi chat jika dibutuhkan bisa dicopy paste untuk dijadikan kutipan narasumber,” terang Teyeng. Hal seperti ini sudah biasa dilakukan oleh teman-teman wartawan dalam membuat berita, lanjut Teyeng.

Baca Juga :  Catur Sumbang 1 Emas dan 1 Perak Bagi Bojonegoro

Sifat group Jurnalis dan Informasi yang terbuka dan publik tersebut, menurut wartawan kompas tv itu juga diakui sendiri dalam chat terakhirnya di group Jurnalis dan Informasi. Saat itu, bupati mengirim chat ke group WhatsApp Jurnalis dan Informasi yang ditujukan untuk Budi Irawanto. Diakhir tulisan chat bupati Bojonegoro, Anna Mu’awanah mengatakan ( ini wa sy trakhir di forum terbuka ).

“Bupati sendiri kan sudah mengakui jika itu ( group WhatsApp Jurnalis dan Informasi, Red ) merupakan forum terbuka,”tandas Yusti Rubiyantika, kepada netpitu.com, sesuai menjalani pemeriksaan di Polda Jatim, Senin, 25/10/2021.

(ro)

Berita Terkait

Idhul Adha, SMKN 1 Bojonegoro Potong 5 Ekor Sapi Qurban
Kemenag Bojonegoro Pastikan Kegiatan Belajar Mengajar di Madrasah Berjalan Normal
Kadal Ireng Bagikan 350 Takjil ke Masyarakat
Rayakan Annyversary ke 75, Persibo Dapat Hadiah Armada Bus Dari Sedulur Pitu
Pengajuan Penetapan Nama Pada Ijazah Muk’awanah Tak Penuhi Norma Hukum Administrasi Kependudukan : Pengadilan Harusnya Menolak
Sikapi Pencoretan Caleg, DPC PPP Laporkan KPUD dan Bawaslu Kab. Bojonegoro ke DKPP
PPP Maksimalkan Peran Saksi di Setiap TPS
Menangkan Pemilu 2024 DPC PPP Masivkan Konsolidasi, Sosialisai ke Kader di Tingkat Kecamatan dan Desa

Berita Terkait

Kamis, 20 Juni 2024 - 12:32

Pilkada Bojonegoro : Memilih Pemimpin Atau Penguasa ( 1 )

Senin, 10 Juni 2024 - 10:48

Masa Jabatan 408 Kades di Bojonegoro Diperpanjang 2 Tahun

Selasa, 4 Juni 2024 - 20:43

Banyak Masalah, PDIP Minta Pemerintah Batalkan PP No. 21 Tahun 2024 Tentang Tapera

Senin, 22 April 2024 - 13:11

Sekda Nurul Azizah Sapa Ribuan Warga di Pengajian Ning Umi Laila

Jumat, 19 Januari 2024 - 11:25

Pengajuan Penetapan Nama Pada Ijazah Muk’awanah Tak Penuhi Norma Hukum Administrasi Kependudukan : Pengadilan Harusnya Menolak

Jumat, 8 Desember 2023 - 19:29

Sikapi Pencoretan Caleg, DPC PPP Laporkan KPUD dan Bawaslu Kab. Bojonegoro ke DKPP

Rabu, 6 Desember 2023 - 12:10

Sunaryo Abuma’in : LABH PPP Layani Pendampingan dan Bantuan Hukum Gratis Pada Masyarakat

Senin, 4 Desember 2023 - 16:43

PPP Maksimalkan Peran Saksi di Setiap TPS

Berita Terbaru

PILKADA 2024

Pilkada Bojonegoro : Memilih Pemimpin Atau Penguasa ( 1 )

Kamis, 20 Jun 2024 - 12:32

PENDIDIKAN

Job And Edu Fair SMKN 1 Diserbu Peminat Kerja Bojonegoro

Selasa, 11 Jun 2024 - 11:03