oleh

LPPM Unigoro Selenggarakan Sekolah Lapang Pertanian Bagi Masyarakat Desa Gayam dan Sekitarnya

BOJONEGORO. Netpitu.com – Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Bojonegoro bekerja sama dengan ExxonMobil Cepu Ltd (EMCL) menyelenggarakan penyuluhanan bagi petani di empat desa di Kecamatan Gayam, Jumat (22/12/2017), sabagai kegiatan awal dari rangkaian Program Sekolah Lapang Pertanian (SLP).

Empat desa itu adalah Desa Gayam, Mojodelik, Bonorejo, dan Brabowan. Acara ini sebagai wujud nyata kontribusi Universitas Bojonegoro untuk masyarakat dan bentuk tanggung jawab sosial EMCL bagi Masyarakat Bojonegoro. Kegiatan berlangsung di Balai Desa Gayam.

Acara tersebut bertemakan “Persiapan Penanaman Padi Untuk Petani Desa Gayam, Mojodelik, Bonorejo, dan Brabowan”.  Penyuluhan dibuka dengan pembekalan materi dasar kepada peserta Sekolah Lapang Pertanian mengenai tata cara mempersiapkan penanaman padi ketika akan memasuki musim tanam.

Mulai dari penentuan benih apa saja yang cocok untuk ditanam, bagaimana cara seleksi benih, sistem penyemaian yang baik, dan juga cara mempersiapkan lahan bagi para petani pada saat mempersiapkan penanaman padi.
Pujianto, Penyuluh Pertanian Kecamatan Gayam, memberikan beberapa tips penanaman padi yang baik. Yaitu, pemilihan padi yang tepat, menentukan kelas-kelas benih, dan metode seleksi benih. Bahkan, juga dipaparkan mengenai teknologi terbaru dalam pertanian.

Penyuluhan yang dibuka pada pukul 13.00-15.00 WIB disambut antusiasme tinggi dari masyarakat. Mereka ingin mengenal lebih dalam sistem pertanian yang baik sekaligus menambah wawasan guna menghasilkan panen yang berlimbah. Pertanyaan yang diajukan kepada narasumber dari petani merupakan bukti nyata antusias yang tinggi untuk menghasilkan panen yang baik.

Dalam kesempatan tersebut hadir dari Universitas Bojonegoro. Antara lain Ketua LPPM Universitas Bojonegoro Laily Agustina Rahmawati S.Si., M.Sc.;Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bojonegoro, A. Jupari; dan Penyuluh Pertanian Kecamatan Gayam, Pujianto.

Kepala Dinas Pertanian Bojonegoro A. Jupari mengingatkan agar petani tidak lagi bergantung pada pupuk kimia dan harus kembali menggunakan pupuk kandang. ”Karena, ketika menggunakan pupuk kimia dapat berdampak buruk bagi tanah,” ujarnya.

Ketua LPPM Laily Agustina Rahmawati berharap, penjelasan yang diberikan Kepala Dinas Pertanian dan Penyuluh Pertanian Kecamatan Gayam dapat diterima oleh para peserta Sekolah Lapang Pertanian. Serta, dilaksanakan sesuai prosedur yang telah diberikan.
”Seperti, ketika menanam diharapkan para petani berhati-hati dalam memilih jenis dan juga harus melakukan variasi setiap tahun terhadap jenis bibit yang ditanam. Sehingga, hasilnya juga akan maksimal bagi petani,” katanya. (dan