oleh

Bupati Anna Mu’awanah Tak Penuhi Panggilan Polisi, Anwar Sholeh Beri Tanggapan Dingin

-BERITA-30 views

BOJONEGORO. Netpitu.com– Tidak hadirnya Bupati Bojonegoro, Anna Mu’awanah pada pemanggilan penyidik Satreskrim Polres Bojonegoro, Senin (27/12/2021) kemarin, ditanggapi dingin oleh Anwar Sholeh, warga Desa Sukorejo, yang melaporkan dugaan pemalsuan data otentik Mu’awanah ke dugaan pemalsuan data otentik atau menyuruh memasukkan keterangan palsu ke dalam suatu akta otentik mengenai sesuatu hal yang kebenarannya harus dinyatakan oleh data itu ( Pasal 266 KUHP ).

Menurut Anwar Sholeh yang ditemui netpitu.com di rumah tinggalnya, seharusnya sebagai seorang pimpinan tertinggi di kabupaten, Anna harusnya memberi contoh, bagaimana kepatuhan dan ketaatan terhadap hukum itu diterapkan. Bukan malah menghindar atau mengelak dari pemeriksaan polisi terkait dugaan kasus yang dilaporkan.

“Jika demikian, bagaimana bupati bisa menjamin adanya kepastian hukum di wilayah yang dipimpinnya ?. Itu kan tugas bupati,” tegas ketua DPRD Bojonegoro, tahun 1999 – 2004, dengan raut wajah memendam rasa kecewa.

Dikatakan Anwar, pada sekitar seminggu lalu, Anwar juga dipanggil penyidik Satreskrim Polres Bojonegoro untuk menjalani pemeriksaan sebagai saksi pelapor untuk kedua kalinya.

Dengan senang hati Anwar datang ke Mapolres Bojonegoro dan memberikan keterangan yang jelas dan lengkao soal kasus yang dilaporkan ke polisi.

Mengingat lamanya penanganan pelaporannya tersebut, Anwar juga mendesak agar penyiidik segera memanggil Anna Mu’awanah sebagai pihak terlapor atau teradu. Sekaligus membawa data-data yang dimiliki terlapor terkait perubahan nama dari Muk’awanah menjadi Anna Mu’awanah.

“Untuk itu bupati Anna Mu’awanah harus memiliki keputusan penetapan ganti nama dari Pengadilan yang telah memiliki kekuatan hukum tetap. Jika tidak, ya…. hukum harus ditegakkan tanpa pandang bulu,” tegas Anwar lagi.

“Berani berbuat, ya harus berani mempertanggungjawabkan resiko hukumnya dong,” cetus Anwar Sholeh.

Sebelumnya diberitakan, Bupati Bojonegoro, Anna Mu’awanah, tidak memenuhi panggilan penyidik Satreskrim Bojonegoro, Senin, (27/12/2021), dengan alasan ada kegiatan rapat.

Kepada wartawan Kapolres Bojonegoro, AKBP. Eva Guna Pandia, membenarkan adanya pemanggilan bupati Anna Mu’awanah tersebut.

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Bojonegoto, AKP Frans Dalanta Kembaren, kepada wartawan di kantonya menjelaskan bahwa Bupati Bojonegoro, Anna Mu’awanah ( Senin, 27/12/2021 ) dipanggil penyidik untuk dimintai keterangan terkait lapiran Anwar Sholeh. Tapi bupati melalui utusannya menyampaikan ke Polres jika tidak bisa hadir dalam pemanggilan tersebut, karena adanya kesibukan rapat.

” Melalui utusannya, beliau menyampaikan ada rapat,” jelas Kasat Reskrim Polres Bojonegoro, AKP Frans Dalanta Kembaren.

Dari panggilan polisi disebutkan bupati Bojonegoro, Anna Mu’awanah, dimintai keterangan atas dasar pelaporan Anwar Sholeh atas peristiwa penulisan nama Anna Mu’awanah pada ijazah Strata 1 yang dikeluarkan oleh Universitas Borobudur, Jakarta, yang diduga tidak sama dengan ijazah sebelumnya ( SD, MTs, MA, red ), sebagaimana diatur dalam Pasal 266 KUHP sub Pasal 264 KUHP.


(ro)

Baca Juga :  Bupati Bojonegoro di Papua Arep Laopo..?