oleh

Sayangkan Pelantikan Di Tengah Pandemi, Wabup : 8 Kali Mutasi Pejabat Tak Libatkan Baperjakat

BOJONEGORO. Netpitu.com – Wakil Bupati Bojonegoro, Drs. H. Budi Irawanto, M.Pd, menyayangkan pelantikan 84 pejabat yang dipaksakan saat seluruh komponen masyarakat dan pemerintah mencegah pentebaran dan penularan virus corona.

“Secara pribadi saya menyayangkan adanya mutasi pagi ini, karena apa pemerintah saja secara getol bagaimana memutus mata rantai Covid-19 tapi di Pemkab Bojonegoro malah melakukan mutasi dan pelantikan. Padahal baru saja kemarin dilakukan rapid test pada beberapa Kepala Dinas dan Kepala Bidang ada diantara mereka yang hasilnya positif,” ungkap Wabup Bojonegoro, Budi Irawanto..

Selain itu, Wakil Bupati Bojonegoro, juga menyesalkan adanya mutasi jabatan eselon 3 dan eselon 4 di Pemkab Bojonegoro yang tidak melalui prosedure semestinya.

Wabup Budi Irawanto mencatat, selama hampir 2 tahun pemerintahan Anna -Wawan ini, telah terjadi mutasi sebanyak 8 kali.

” Dan semuanya tidak melalui Baperjakat. Semua prosedur dilanggar,” ungkap Wakil Bupati Bojonegoro, Budi Irawanto.kepada netpitu.com, Rabu, (29/04/2020).

Pada pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan 84 pejabat yang dimutasi Rabu, (29/04/2020), tadi pagi, Wabup Budi Irawanto, tidak nampak hadir. Demikian pula pada beberapa kali pelantikan sebelumnya, Wabup juga tidak hadir dalam pekantikan pejabat yang digelar Pemkab.

Ketidakhadiran Budi Irawanto dalam beberapa kali pelantikan merupakan bentuk protes yang ditunjukkan dalam sikap tidak setuju (akur) atas pelantikan terjadinya tersebut.

Menurut Wabup Budi Irawanto, mutasi pejabat yang tidak melibatkan Baperjakat maka penempatan personnya menjadi kurang pas, dan mengundang resiko terjadinya maladministrasi.

Ia mencontohkan, di dinas Cipta karya, ada Kabid golongan 3 c, sedangkan Kasinya golongan keoangkatannya 4 a.

“Ini kan terbalik. Harusnya Kabid golongan 4a, dan Kasi 3c,” tandas Budi Irawanto.

Ditambahkan Wabup, banyak hal yang dianggap kurang pas dalam menempatkan pejabat sehingga menimbulkan masalah lainnya.

“Itu karena mutasi tidak melibatkan Baperjakat,” tegas Wabup.

Seperti di Dinas Pendidikan, banyak orang-orang pendidikan yang tidak menempati di bidangnya. Malah yang menguji pendidikan diisi oleh orang-orang di luar (bidang) pendidikan.

Diberitakan sebelumnya, di tangeh masa pandemi Corona, Bupati Bojonegoro, Anna Muawanah, kembali lakukan pergeseran pegawai Pemkab Bojonegoro. Ada 84 Aparatur Sipil Negara (ASN) yang dimutasi dan dilantik oleh Bupati di pendopo Pemkab Bojonegoro, Rabu, (29/04/2020).

Mutasi yang dilakukan di tengah pandemi corona ini hanya menyasar pejabat eselon 3 dan eselon 4, pada jabatan administrator dan pengawas. Untuk jabatan Administrator atau eselon 3 ada 26 orang ASN yang dimutasi dan 58 ASN eselon 4 dengan jabatan pengawas.

(yon/ro)