oleh

Panen Tembakau, Daun Kepelan Basah Laku Rp 1.200,- per Kilogram

BOJONEGORO. Netpitu.com – Musim tembakau virginia Voor Osgt tahun ini menjanjikan harga tinggi. Namun sayang tak banyak petani yang menanami lahannya dengan tanaman tembakau, lantaran ketidaktersediaan air di musim kemarau ini dan musim penghujan lalu telah menumbangkan harapan petani.

Kini panen tembakau bagi petani yang mengalami telat tanam telah dimulai. Setidaknya permintaan pembelian daun tembakau pada petikan daun kepelan atau gowok ini telah dibandrol dengan harga Rp. 1.200 ,- per kilogram daun tembakau basah.

Baca Juga :  Polres Bojonegoro Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Semeru 2021

Seperti dilakoni petani tembakau di Desa Panemon, Kecamatan Sugihwaras, Bojonegoro, mereka mulai memanen tembakaunya mulai Senin (27/8) dengan harga yang lumayan berpihak ke petani perkilo harga Rp.1200 daun Kepelan.

Petani di Desa Panemon lebih suka menjual hasil panen daun tembakaubya dalam bentuk basah atau pabeb tegalan. Karena pembeli yang ada di Panemon kebanyakan pengrajin atau pengusaha tembakau krosok yang memproses oven tembakaunya sendiri.

Baca Juga :  Membaca Data BPS: "Valid Itu Mutlak !"

Satu kali panen, untuk luas sawah tegalan sekitar seoerempat hektar petani bisa membawa pulang 2 hibgga 4 kuintal daun tembaksu basah dan langdung dijual ke pengusaha lokal yang ada di Desa tersebut.

Ketimbang dirajang, keuntungan petani lebih banyak jika dijual masih dalam bentuk daun basah. Selain tidak ribet juga petani tidak lagi terbebani biaya atau ongkos rajang daun.

Baca Juga :  Urban Development Lakukan Kerjasama Dengan Perumahan Pandaan

Kaslan (50), petani Desa Pabemon menyatakan kesenangannya dirinya lantara harga tembakau tahun ini berpihak ke Petani. Walaupun banyak kendala awalnya yaitu susahnya mendapatkan air untuk nenyiram tabaman tembakau.

(dan)