oleh

Perlawanan Sarip Tambakyoso Warnai Keramaian di Lapas Il B Tuban

TUBAN. Netpitu.com – Ada yang menarik di Lapas Kelas ll B Tuban, ketika panggung perayaan HUT Kemerdekaan RI ke 73 mulai digelar, Selasa (28/8) di dalam Lapas Tuban.

Sejumlah warga binaan memainkan drama komedi dengan cerita rakyat Jawatimuran, Sarip Tambakyoso.

Sarip Tambakyoso adalah cerita perjuangan rakyat yang melawan penjajahan Belanda. Cerita yang menggambarkan kekejian kaum kolonial Belanda yang memperlakukan rakyat sebagai budak pekerja tanpa bayar.

Rakyat yang menolak akan disiksa dan dibunuh.

Sarip Tambakyoso adalah sosok pemuda kampung yang membenci perlakuan tentara VOC. Ia pun lantas membuat kerusuhan merusak fasilitas tentara VOC. Tak sekedar itu, perlawanan Sari terhadap Belanda juga dilakukan dengan cara membunuh tentara Belanda.

Berbagai cara digunakan oleh pihak VOC untuk menghentikan aksi perlawanan Sarip. Namun semua cara gagal. Termasuk membujuk agar Sarip mau bekerja sama dengan VOC, dengan imbalan jabatan lurah dan sejumlah harta benda. Tapi tetap ditolak Sarip.

Sepak terjang Sarip yang merugikan kepentungan Belanda inipun sempat menjadi perhatian gubernur belanda. Untuk menghentikan aksi Sarip, sang gubernur pun memeribtahkan bala tentara belanda untuk menangjap dan membunuh Sarip.

Hingga akhurnya Sarip berhasil ditangkap oleh pihak belanda dan ditembak mati.

Ibu Sarip yang memiliki kecibtaan dan kasih sayang terhadap Sarip pun mencari-cari ketika anak satu-satunya tak kunjung pulang. Sambil terus mencari keberadaan Sarip, Ibunya memanggil-manggil nama Sarip.

“Sariiiiiip!,” teriak ibu Sarip.

Sarip yang sudah dinyatakan meninggal dunia, ketika ada teriakan ibunya memangil namanya, jasad Sarip yang mati seketika hidup kembali. Sarip pun berhasil melarikan diri dan terus melakukan perlawanan tergadap penjajahan tentara VOC.

Drama perjuangan yang dikemas dalam parodi komedi yang ditampilkan oleh warga binaan ini pun disambut dengan gelak tawa penonton, yang diantaranya juga ratusan warga binaan penghuni Lapas Tuban.

“Acara yang dilaksanakan ini merupakan agenda panjang pelaksanaan terakhir dalam rangka HUT Ri ke-73 tahun 2018 yang digelar di halaman upacara Lapas Kelas II B Tuban,” kata Kepala Lapas II B Tuban, Sugeng Indrawan, Selasa malam, (28/08/2018), saat diwawancarai media ini.

Rangkaian kegiatan Lapas ini dimulai dari kegiatan lomba olah raga bersama antar WBP, Pegawai Lapas PWI dan Perum Perhutani KPH Tuban. Pertandingan persahabatan futsal bersama PWI dan Perhutani merupakan pertandingan yang terakhir dalam agenda kegiatan Lapas.

Pengambilan lakon Sarip Tambakyoso, untuk menanamkan kembali jiwa patriotisme warga binaan yang telah menjalani hukuman. Selain itu juga memberikan pembinaan mental dan moral serta adab yang baik.

Munculnya sosok ibu Sarip yang mengasihinya dengan tulus dan ikhlas, telah menjelma menjadi sumber kesaktian jiwa raga Sarip. Sehingga sulit dimatikan meski telah ditembak berkali-kali.
“Intinya mencintai dan menghormati ibu sebagai orang tua yang dipenuhi cinta kasih dan kebijakan.

Dalam waktu dekat Kalapas mengatakan pihak manajemen Lapas II Tuban akan lebih meningkatkan kreativitas warga yang dimulai produktivitas kerajinan-kerajinan home industri, seni budaya, olah raga dan lain-lain.

(met)