Penerimaan DBHCHT Tuban Rp 16 Milyar

- Tim

Senin, 29 Oktober 2018 - 11:29

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TUBAN. Netpitu.com –  Pemerintah Kabupaten Tuban menerima pembagian Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau Rp. 16 milyar untuk tahun anggaran 2017.

Asisten  Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kabupaten Tuban, Ir.Sunarto, MM, dalam sosialisasi cukai tembakau bersama Pemprov Jatim bekerja sama dengan Dirjen Bea Cukai 1 Surabaya dan Pemkab Tuban, Sabtu, (27/10), di GOR Rangga Jaya Anoraga, Tuban, berharap dana bagi hasil dari cukai tembakau tersebut akan naik penerimaannya pada 2019 mendatang.

Sosialisasi dengan tema pemberantasan cukai rokok ilegal tersebut diikuti oleh kurang lebih 500 orang, terdiri dari produsen rokok, petani tembakau, serta penerimaan DBHCHT.

Menurut Ir.Sunarto, MM, kontribusi pajak rokok untuk APBN sebesar 153 triliun rupiah dalam satu tahun. Sedangkan untuk Pemkab Tuban sendiri mendapatkan pembagian mencapai 16 milyar rupiah di tahun 2017.

Dengan alokasi penggunaan anggaran dari DBHCHT, 50 persennya digunakan untuk bidang kesehatan, sisanya untuk program pembangunan lainnya melalui beberapa OPD, jelasnya.

Diharapkan dari sosialisasi tersebut dapat meningkatkan kesadaran masyarakat khususnya produsen rokok akan pentingnya untuk melegalkan produksinya melalui bea cukai.

Baca Juga :  Pimpinan DPRD Tuban Terbentuk, Miyadi Kembali Jadi Ketua

“Saya sangat berharap, sosialisasi ini bisa benar-benar menekan peredaran rokok ilegal khususnya di Kabupaten Tuban. Kalau dibuat sendiri dan dipakai sendiri tidak apa-apa, tetapi kalau dijual, ini sangat merugikan negara dan ilegal karena tidak pakai pita cukai,” tegasnya.

Diketahui ada dua pabrik rokok yang berdiri di Tuban, yaitu Pabrik di Desa Pakah Kecamatan Semanding, serta satu di Desa Sugiwaras Kecamatan Jenu.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Bagian BUMD Biro Administrasi Perekonomian Setda Provinsi Jawa Timur, Drs. Ec.Umbar Muharmadi, MM , menjelaskan pentingnya sosialisasi Ketentuan di Bidang Cukai dilakukan. Hal ini berkenaan dengan besarnya sumbangsih pajak rokok atau Dana Bagi Hasil Cukai Hasil tembakau (DBHCHT) untuk penerimaan negara.

Baca Juga :  Bupati Tuban Lantik 273 Kades

Dari tahun 2010 hingga 2017, kontribusi Jawa Timur terhadap penerimaan cukai negara tercatat rata-rata diatas 50%, dari total nasional. Angka sumbangan cukai rokok pada penerimaan negara cukup signifikan dari tahun ke tahun.

“Terlebih sumbangan bingkisan dari tembakau dan rokok memiliki angka yang cukup baik,” ujarnya.

(met)

Berita Terkait

Kemenag Bojonegoro Pastikan Kegiatan Belajar Mengajar di Madrasah Berjalan Normal
Kadal Ireng Bagikan 350 Takjil ke Masyarakat
Rayakan Annyversary ke 75, Persibo Dapat Hadiah Armada Bus Dari Sedulur Pitu
Pengajuan Penetapan Nama Pada Ijazah Muk’awanah Tak Penuhi Norma Hukum Administrasi Kependudukan : Pengadilan Harusnya Menolak
Sikapi Pencoretan Caleg, DPC PPP Laporkan KPUD dan Bawaslu Kab. Bojonegoro ke DKPP
PPP Maksimalkan Peran Saksi di Setiap TPS
Menangkan Pemilu 2024 DPC PPP Masivkan Konsolidasi, Sosialisai ke Kader di Tingkat Kecamatan dan Desa
Jum’at Hari Ini Bawaslu Gelar Sidang Pelanggaran Administrasi Pelaporan Anwar Sholeh