oleh

Dua Pejabat Inspektorat Diperiksa Kejaksaan

BOJONEGORO. Netpitu.com – Tim penyidik Tindak Pidana Khusus ( Tipikor ) Kejaksaan negeri Bojonegoro, Kamis, (29/11), hari ini, memanggil dua pejabat kantor Inspektorat Kabupaten Bojonegoro.

Keduanya adalah, Nurkhalim, mantan Sekretaris kantor Inspektorat Bojonegoro, dan Sri Hartatik, auditor di kantor Insoektorat Bojonegoro. Kedua pejabat Inspektorat itu darang di kantor Kejari Bojonegoro, sekitar Pukul 09.00 Wib.

Dikonfirmasi terkait pemanggilannya oleh penyidik Kejaksaan, Nurkhalim, yang sekarang ini hanya sebagai staf biasa, menjawab dia hanya memenuhi panggilan saja.

Baca Juga :  Kunjungi DPC Peradi Bojonegoro Ombudsman Jatim Sosialisasikan Pengaduan Pelayanan Publik

“Yang jelas saya tidak korupsi dan hanya Allah saja yang tahu,” ujar Nurkhalim, kepada netpitu.com, di ruang tunggu kantor Kejaksaan negeri Bojonegoro, Kamis, (29/11).

Nurkhalim sendiri tidak mengetahui terkait status dalam pemanggilan pemeriksaannya. Apakah dia dipanggil sebagai saksi arau tersangka.

“Semua kuserahkan pada Tuhan, mas,” lanjut Nurkhalim.

Sementara itu, auditor di kantor Inspektorat, Sri Hartatik, saat dikonfirmasi netpitu.com, mengatakan tidak nengetahui untuk kepentingan apa Kejaksaan memanggilnya darang ke kantor Kejaksaan.

Baca Juga :  Semarak Reuni Alumni IPA2 SMAN Bojonegoro 1982 - 1983

Namun ia menghormati pemanggilan itu dan menghadiri tersebut tanpa mengetahui kepentingannya.

“Tidak tahu yang penting datang saja. Lebih jelasnya nanti tanya pihak kejaksaan mas,” ujar Sri Hartatik, kepada netpitu.com.

Saat berita ini diturunkan, baik Nurkhalim dan Sri Hartatik, diperiksa di ruangan tertutup.

Diberitakan sebelumnya, Kejaksaan nefeti Bojonegoro, Selasa, (27/11) telah melakukan penggledahan dan penyegelan ruang Program dan Pelaporan, kantor Inspektorat Bojonegoro, terkait dugaan korupsi anggaran audit internal tahun anggaran 2014, 2015, 2016, dan 2017.

Baca Juga :  Dihantam Ombak Sungai Bengawan Solo Perahu Penyeberangan Penumpang Terguling

Untuk mendalami kasys dugaan penyimpangan anggaran tersebut Kasi Pidsud Kejari Bojonegoro, Agus Budiarto, mengatakan masih memerlukan beberapa data yang dibutuhkan.

“Untuk pemeriksaan sudah kita lakukan,” ujarbya kepada wartawan, Selasa, (27/11).

(dan)