Mandi di Bengawan Solo, Tubuh Maksum Ditemukan Mengambang

- Tim

Jumat, 30 Maret 2018 - 11:43

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOJONEGORO. Netpitu.com – Seorang laki-laki bernama Maksum (45), warga Desa Kemiri RT 005 RW 001 Kecamatan Malo Kabupaten Bojonegoro, pada Kamis (29/03/2018) sekira pukul 11.30 WIB, ditemukan meninggal dunia akibat tenggelam di Sungai Bengawan Solo turut wilayah Desa Ngraho, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro.

Korban ditemukan oleh kakak kandungnya yang bernama Ruslan, mengapung di aliran sungai Bengawan Solo dalam keadaan telah meninggal dunia.

Kapolsek Gayam, AKP Harjo SH, ketika dikonfirmasi awak media ini menerangkan bahwa sekira pukul 10.00 WIB, pihaknya telah menerima laporan terkait orang diduga tenggelam di bantaran sungai Bengawan Solo, turut wilayah wilayah Desa Ngraho Kecamatan Gayam Kabupaten Bojonegoro.

“Saat dilaporkan, keluarga korban dan warga sekitar sudah berupaya mencari korban di sekitar lokasi kejadian,” jelas Kapolsek.

Kapolsek menambahkan, bahwa kronologi tenggelamnya korban bermula, pada Kamis (29/03/2018), sekira pukul 08.30 WIB, warga sekitar melihat korban melepas baju dan mandi di sungai Begawan Solo.

Baca Juga :  DLH Akan Uji Kualitas Air Sungai Bengawan Solo

Sekitar pukul 10.00 WIB, warga yang berada di sekitar lokasi kejadian, melihat korban sudah tidak ada disekitar lokasi tempat melepas baju.

“Sehingga warga segera menghubungi kelarganya dan melaporkan ke Polsek Gayam, yang kemudian keluarga beserta warga segera melakukan upaya pencarian,” jelas Kapolsek.

Setelah dilakukan pencarian, sekira pukul 11.30 WIB, kakak korban yang bernama Ruslan menemukan korban sudah dalam keadaan meninggal dunia.

Baca Juga :  Pohon Tumbang Timpa Kantor Notaris, Pemilik Bakal Lapor Polisi

Berdasarkan hasil identifikasi, lanjut Kapolsek, ciri-ciri mayat diketahui panjang mayat 165 sentimeter, perut korban mengembung, dari mulut korban keluar air. Sementara berdasarkan pemeriksaan medis yang dilakukan oleh dokter Arman dari Puskesmas Gayam, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan pada tubuh korban.

Sementara, berdasarkan keterangan keluarganya, korban memiliki riwayat sakit tekanan darah tinggi yang kadang-kala kambuh.

“Penyebab kematian korban murni akibat tenggelam,” jelas Kapolsek.

(dan)

Berita Terkait

Wartawan Bojonegoro Unjuk Rasa di Depan Mapolres, Kutuk Aksi Kekerasan Terhadap Jurnalis
Trend Penularan Covid19 di Bojonegoro Terus Meningkat, Tenaga Kesehatan Disasar
Terapkan PSBB, Bojonegoro Kembali Berlakukan Jam Malam
Kembali ke Zona Merah, Resiko Penularan Covid-19 di Bojonegoro Tinggi
Wabah Covid19 di Bojonegoro Mulai Menggila
Warga Ngampel Tuntut Ganti Rugi dan Kompensasi Bau Busuk Pengeboran Sumur Minyak Pertamina
Hadapi Kemarau, BPBD Bojonegoro Siapkan 1000 Tangki Air Bersih
Belum Ada Tanaman Pengganti, Penebangan Pohon di 5 Titik Jalan Dalam Kota Bojonegoro Dipertanyakan