oleh

Duh, 53 Desa Di Bojonegoro Belum Mengajukan Pencairan ADD., Ada Apa ?

BOJONEGORO. Netpitu.com – Duh, ada persoalan apa jika sampai dengan hari ini Selasa (30/03/2021), ada 53 Desa dari total 430 Desa yang ada di Kabupaten Bojonegoro belum mengajukan pencarian Alokasi Dana Desa (ADD) Tahun 2021.

“Sampai saat ini, ada 53 Desa yang proposal tentang pencairan ADD belum masuk ke Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Bojonegoro”, kata Kepala Dinas PMD Bojonegoro, Machmuddin.

Machmuddin menjelaskan, proses pencairan ADD tersebut, pihak Desa mengajukan proposal ADD ke Kecamatan, dari Kecamatan proposal dikoreksi setelah itu proposal diajukan ke Kantor Dinas PMD.Proposal ADD di Kantor Dinas PMD dikoreksi lagi dan tidak menunggu berlama-lama paling lambat 2 hari,setelah itu proposal diajukan ke Kantor BPKAD Bojonegoro.

“Berdasarkan data dari Dinas PMD Bojonegoro hari ini terkait pengajuan ADD, 53 Desa belum mengajukan ADD, 99 Proposal ADD di Dinas PMD untuk dikoreksi, dan 130 proposal ADD sudah di Kantor BPKAD untuk proses pencairan”, jelas Machmuddin.

Menurutnya,dengan adanya Peraturan Bupati (Perbup) Nomer 9 Tahun 2021, proses pengajuan dan pencairan ADD sekarang ini tidak mengacu pada pelunasan atau tunggakan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

Terpisah Yulia Kepala Desa (Kades) Kauman Kecamatan Bojonegoro mengatakan, untuk ADD Desa Kauman untuk Pajak sudah 84% itu sudah maksimal,terus sekarang ini prosesnya sudah di Dinas PMD Bojonegoro untuk dikoreksi, memang kemarin proposal ADD sudah berada di BPKAD.

“Tapi ada kesalahan proposal ADD oleh pihak BPKAD dikembalikan lagi ke Desa Kauman,”sangat berharap sebelum puasa sudah bisa cair,Ujar Yulia Kades Kauman kepada Netpitu.com di Kantor Desa Kauman.

Dikatakan pula oleh Kades Desa Kauman, setelah proposal direvisi oleh pihak Desa Kauman untuk dibetulkan, sekarang ini proposal pengajuan pencairan ADD sudah dikoreksi di Dinas PMD Bojonegoro.

“Sudah tiga bulan,terhitung mulai bulan Januari hingga Maret,Perangkat Desa Kauman khususnya,mungkin juga desa2 yang lain belum menerima gaji(Ngaplo). Soalnya ADD tersebut alokasinya digunakan sebagai gaji pegawai desa”, pungkas ” Yulia.

(yon)