oleh

Pondasi Jembatan Ngabungan Ponco – Jatirogo Ambrol Akses Jalan Dibuka Tutup

TUBAN. Netpitu.com -Jembatan Ngabungan yang terletak di jalur Propinsi Bojonegoro-Jatirogo, turut  Desa Kedungjambe, Kecamatan Singgahan ditemukan mengalami runtuh pada pondasi bawah oleh masyarakat setempat yang telah dilaporkan ke Mapolsek dan diteruskan ke Polres Tuban, Minggu, (29/07/2018).          
Setelah dilakukan pengecekan oleh petugas Polsek dan dikoordinasikan pihak PU Kecamatan Singgahan menyatakan Jembatan NGABUNGAN ini pernah dilakukan perehaban pada tahun 1995.

“Runtuhnya Pondasi bagian bawah diketahui warga pada hari Minggu pagi tanggal 29 Juli 2018 dan langsung dilaporkan ke kami,” papar AKP Budi Santoso, Kapolsek Singgahan kepada netpitu.com

Jembatan tersebut panjangnya sekitar 14 meter dan lebar 6 meter dan sangat membahayakan bagi pengguna jalan karena tiang penyangga jembatan sudah mengalami keropos tinggal separo.

Langkah yang dilakukan telah koordinasi bersama di tingkat Forpimcam dengan Pihak PU Kecamatqn Singgahan dan diarahkan koordinasi dengan Bina Marga Bojonegoro.

Untuk sementara kata Kapolsek mantan anggota Polwil Bojonegoro ini telah dikoordinasikan dengan pihak Bina Marga Bojonegoro.

“Sementara ini untuk menangani arus lalulintasa jalur jembatan ditutup separo jalan dengan menggunakan Drum dan Police Line serta arus kendaraan diberlakukan buka tutup demi mengurangi beban,” 

Kata Budi Santoso sementara ini hingga siang hari Senin ini pengaturan arus lalulintas telah dilakukan oleh pihak Kepolisian dan DISHUB LLAJ Tuban.

“Selain itu pula kami juga sudah memasang Benner pemberitahuan di empat titik  yaitu dua titik satu jalan yang masuk Kecamatan Jatirogo dan Parengan,” ungkapnya. 

Sementara ini pihak kepolisian telah melakukan penghimbauan bagi Kendaraan Berat dilarang melintasi jalur Singgahan karena pondasi jembatan runtuh.  

“Jadi kita jaga dan dipasang banner dua titik di 100 meter sebelum jembatan pada jalan dekat satu pondasi jembatan runtuh,” ujarnya.

Analisa yang dilakukan oleh pihak UPTD PU setempat menyebutkan pada pondasi diperkurakan jembatan runtuh diduga karena bagian bawah terkikis air sewaktu arus air dari atas pada saat musim penghujan.

“Info yang kami terima jembatan ini direncanakan dibangun tahun ini karena mengikuti pelebaran jalan. Pihak Bina Marga sudah berencana melakukan pelelangan kepada kontraktor namun hingga saat ini belum ada kepastian,” jelasnya.

(gio)