oleh

Meembangun Sumber Daya Manusia TMMD Juga Garap Pendidikan Keluarga

BOJONEGORO. Netpitu.com – Kegiatan TMMD ke 100 Desa Meduri, Kecamatan Margoluyo, Bojonegoro, tidak hanya menyasar kegiatan fisik infrastrukstur, tapi juga mental agama.

Sebagai dasar atau pondasi membangun kehidupan rumah tangga bahagia, penyuluh agama dari kantor kemanterian agama Bojonegoro, memberikan pembekalan materi Undang – undang Perkawinan kepada warga Desa Meduri, khusunya kaum wanita lajang dan ibu-ibu.

Soisalisasi itu pun digelar di Masjid Dusun Pucanganom Ds. Meduri, Jum’at (29/9) dengan pemateri Sahudi S. Ag dan Eko Sunarno S. Ag.

“Pernikahan yang tidak diawasi dan tercatat oleh pegawai pencatatan nikah adalah tidak sah sesuai UU Perkawinan yang berlaku di NKRI” dan ” Usia pernikahan sangat berpengaruh terhadap kelangsungan dan keharmonisan dalam kehidupan berumah tangga, jadi harus memperhatikan usia yang ideal, terutama bagi putra-putrinya”.

Dipilhnya dua meteri itu lantaran hingga kini di Desa terpencil atau pelosok Desa masih sering terjadi pernikahan diusia dini. Padahal menurut ketentuan Undang-undang perkawinanan penikahan usia dini jelas tidak diperkenankan dan melnggar Undang-undang perkawinan.

Selain itu pernikahan usia dini mengandung resiko cukup besar bagi kesehatan ke dua pasangan, baik pasangan pria maupun wanitanya dan juga rentan terhadap perceraian.

Salah seorang warga Dusun Pucanganom, Desa Meduri, Mulyati (47), mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya pada tim pelaksana TMMD di Desa Meduri, yang telah memberikan penyuluhan tentang Undang-undang Perkawinan.

Karena dengan mengetahui UU Perkawinan diharapkan masyarakat dusun Pucanganom kedepan akan lebih memperhatikan kaidah-kaidah dalam pernikahan keluarganya, sehingga tidak menimbulkan permasalahan rumah tangga dibelakang hari dan dapat tercipta kehidupan rumah tangga yang harmonis, bahagia dan sejahtera.

(Dan)