oleh

Perwakilan Forum GTT/PTT K2 Bojonegoro Tolak Ajakan Aksi Mogok Mengajar

BOJONEGORO. Netpitu.com – Ajakan mogok mengajar dan bekerja yang diserukan oleh sejumlah guru yang mengatasnamakan Forum GTT/PTT Dinas Pendidikan Bojonegoro, ditolak oleh sebagian besar anggita forum GTT/PTT Bojonegoro.

Mereka menganggap aksi mogok mengajar bukanlah cara-cara elegant seorang guru dalam memperjuangkan nasibnya. Selain tidak pantas juga hanya akan merugikan murid-murid di sekolah karena gurunya tidak mengajar.

Seperti diungkapkan Siska Aprilia Novianti, seorang guru di SD Negeri 2 Sumberagung, Dander, aksi mogok atau mogok kerja, bukanlah cara guru menyampaikan pendapat kepada pemerintah. Ada saluran resmi yang bisa didatangi untuk menampung aspirasi, yakni DPRD dan Pemerintah daerah.

Ajakan aksi itu menurut Warpian, S.Pd, sekretaris l Forum GTT/PTT Bojonegoro, justru akan merugikan anak didik, merugikan masa depan bangsa, dan meninggalkan nurani kami sebagai seorang Guru (meski masih berstatus honorer) yang telah bertekad mengabdikan diri sebagai pendidik.

“Sebab kami yakin ini adalah tugas sejarah bagi kami, yang akan dinikmati bangsa ini di masa depan,” kata Wapian, dalam rilisnya yang dikirim ke netpitu.com, Jumat (29/9).

Perihal penolakan terhadap PermenPanRB No. 36 tahun 2018 tentang pemberian tunjangan PNS dan rekruitmen CPNS 2018, dikatakan Warpian, pihaknya telah menyampaikan aspirasi pendapat dan penolakannya kepada DPRD dan Pemkab Bojonegoro, pada 17 September lalu.

“Hasil hearing akan dikirim ke pemerintah pusat, karena persoalan ini sebagai kewenangan pusat, dan kapasitas Daerah adalah memperjuangkan aspirasi kami secara administratif,” ujar Warpian lebih lanjut.

Ditambahkan, Perwakilan Forum GT/PTT K2 Bojonegoro juga mengapresiasi langkah Pemkab dan DPRD Kab Bojonegoro, yang telah memberikan perhatian kepada GTT/PTT K2 maupun Non-Kategori, dengan menaikkan tunjangan secara proporsional kepada kami secara bertahap.

“Diakui atau tidak, Ini sangat membantu kelangsungan hidup kami sekeluarga,” ujar Edy Wibowo, S.Pd, sekretaris ll forum GTT/PTT K2 B├▓jonegoro.

Edy pun menyayangkan langkah-langkah sebagian guru dan pegawai tidak tetap K2 yang akan melakukan aksi mogok mengajar dan bekerja selama 6 hari kerja ( tanggal 1 – 6 Oktober,red ). Karena hal tersebut justru akan merugikan anak didik, merugikan masa depan bangsa.

Selaitu itu, aksi mogok mengajar berarti meninggalkan nurani kami sebagai seorang Guru (meskipun masih berstatus Honorer) yang telah bertekad mengabdikan diri sebagai pendidik.

“Sebab kami yakin ini adalah tugas sejarah bagi kami, yang akan dinikmati bangsa ini di masa depan,” ujar Edy Wibowo, lebih lanjut.

(dan)