oleh

Jokowi : Kekuatan Militer Indonesia No 15 di Dunia dan Paling Besar di ASEAN

GOWA. Netpitu.com – Calon presiden petahana Joko Widodo mengatakan kekuatan militer Indonesia berada di posisi ke-15 di dunia dan paling besar di negara-negara Asia Tenggara (ASEAN).

“Kita nomor 15 di dunia. Ya kita bangga dengan itu. Artinya jangan diremehkan TNI kita. Jangan dikecilkan TNI kita. TNI kita besar. Nomor satu di ASEAN. Nomor satu di ASEAN,” ungkap Jokowi. Jokowi pun berkeyakinan TNI dapat menjaga wilayah teritorial Indonesia.

“Saya percaya akan TNI. TNI mampu jaga teritorial Indonesia. TNI mampu menjaga teritorial Indonesia sudah dibuktikan sejak kolonial. Jangan coba-coba invasi negara kita karena akan berhadapan dengan TNI dan rakyat,” tegas Jokowi.

Capres petahana nomor urut 01 itu mengaku mendapat dukungan unsur Tentara Nasional Indonesia (TNI) terkait pernyataannya mengenai kekuatan militer Indonesia dalam debat Capres, Sabtu, (30/3/2019), yang disekenggarakan oleh KPU.

Dalam debat capres keempat pada Sabtu (30/3) yang mengangkat tema ideologi, pemerintahan, pertahanan dan keamanan, serta hubungan internasional, calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menyampaikan sejumlah kritik mengenai pertahanan keamanan Indonesia.

“Ya karena tadi pagi banyak yang menyampaikan utamanya dari unsur TNI bahwa memang TNI kita kekuatan terbesar di ASEAN. Nomor satu di ASEAN, jangan keliru,” kata Joko Widodo seusai menyampaikan orasi dalam kampanye terbuka di lapangan Kalegowa, Gowa, Sulawesi Selatan, Minggu, (31/3/2019).

“Di bidang pertahanan keamanan kita terlalu lemah, anggaran kita terlalu kecil, ini akan kita perbaiki,” kata Prabowo.

Berdasarkan data Global Fire Power (GFP) terkait Peringkat Kekuatan Militer 2019, Indonesia berada di urutan 15 dari 137 negara dengan skor 0,2804.

Indeks mendekati 0 mengindikasikan semakin bagus kekuatan militer suatu negara. Sementara negara dengan kekuatan militer terbaik dunia adalah Amerika Serikat dengan PwrIndx 0,0615.

Anggaran belanja militer Indonesia sebesar 6,9 miliar dolar AS atau setara Rp98 triliun dengan kurs Rp14 ribu/dolar Amerika Serikat (AS). Jumlah tersebut menempatkan Indonesia sebagai negara dengan nilai anggaran militer terbesar kedua setelah Singapura yang memiliki anggaran 9,7 miliar dolar AS (Rp135 triliun).

Kampanye terbuka Capres Jokowi di Gowa juga dihadiri oleh Iriana Joko Widodo, Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah, mantan gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo, Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan Yasin Limpo dan ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Erick Thohir.

(*/ams)