Jokowi Tegaskan Pemberantasan Korupsi Tidak Pandang Bulu

- Tim

Minggu, 31 Maret 2019 - 23:15

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Capres nomor 01 Joko Widodo saat kampanye terbuka di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Minggu, (31/3/2019), menegaskan komitmennya dalam pemberantasan korupsi. Di masa pemerintahannya Jokowi mengatakan

Capres nomor 01 Joko Widodo saat kampanye terbuka di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Minggu, (31/3/2019), menegaskan komitmennya dalam pemberantasan korupsi. Di masa pemerintahannya Jokowi mengatakan "Pemberantasan korupsi tidak pandang bulu dan tidak mengistimewakan pihak tertentu".

GOWA. Netpitu.com – Seusai kampanye di Makasar calon presiden nomer urut 01, Jokowi langsung berkampanye di Gowa, Sulawesi Selatan, Minggu, (31/3/2019).

Kampanye terbukka di Kabupaten Gowa, Jokowi didampungi oleh Iriana Joko Widodo, Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah, mantan Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo, Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan Yasin Limpo, dan Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Erick Thohir.

Kepada massa pendukungnya Jokowi mengatakan bahwa upaya pemberantasan korupsi tidak memandang bulu dan tidak mengistimewakan pihak tertentu.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kita tidak pandang bulu. Ada menteri yang masuk sel, gubernur masuk sel, ada anggota dewan DPR masuk sel. Bener tidak? Artinya kita tidak pandang bulu,” kata Joko Widodo di lapangan Kalegowa, Gowa, Sulawesi Selatan, Minggu.

Baca Juga :  Usai Debat Jokowi Kampanye Di Makasar dan Gowa

“Tadi malam disampaikan bahwa korupsi di Indonesia sudah stadium 4. Pada tahun 1998, Indonesia masuk negara terkorup di ASEAN. Indeks persepsi korupsi (IPK) kita 20, pada tahun 2014 kita perbaiki menjadi 34. Pada tahun lalu diperbaiki menjadi 38. Ini artinya kita tidak main-main terhadap korupsi,” tegas Jokowi.

IPK Indonesia 2018 yang dirilis Transparency International Indonesia (TII) pada tahun 2018 menunjukkan kenaikan tipis, yaitu dari 37 pada 2017 menjadi 38 pada 2018 dengan skor 0 berarti sangat korup dan 100 sangat bersih.

Baca Juga :  Survei Indo Barometer Jokowi Maruf Amin 59,9 Persen dan Prabowo Sandiaga Uno 40,1

Di kawasan Asia Tenggara, Indonesia berada di peringkat ke-4, di bawah Singapura (skor 85), Brunei Darusallam (skor 63), dan Malaysia (skor 47).

“Kita ingin perbaiki korupsi dikurangi dan hilang dari bumi pertiwi. Jadi, jangan bilang korupsi kita stadium 4, kalau stadium 4 ‘kan sudah mau died,” ungkap Jokowi.

Dalam pemerintahan Jokowi ada satu orang menteri yang ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi, yaitu mantan Menteri Sosial Idrus Marham dalam kasus dugaan penerimaan suap proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap Mulut Tambang RIAU-1 (PLTU MT RIAU-1).

Baca Juga :  Real Count KPU Desa Sukorejo Bojonegoro Jokowi Maruf Unggul 59,23 Persen

Selanjutnya, ada sekitar 30 kepala daerah, baik gubernur maupun bupati/wali kota, yang terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) KPK sepanjang Jokowi memerintah.

Dengan demikian Presiden Jokowi menunjukkan komitmennya dalam pemberantasan korupsi di masa pemerintahannya. Hal tersebut dibuktikan dengan tidak mencapuri urusan penegakkan hukum yang tengah dijalankan KPK. Dan menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus-kasus korupsi tersebut kepada Komisi Pemberantasa Korupsi.

(*/ams)

Berita Terkait

KPU Resmi Tetapkan Joko Widodo – Maruf Amin Presiden dan Wakil Presiden Terpilih
Ketua MUI Bojonengoro Kecam Perusuh Demo 22 Mei
Menang 16.957.123 Suara, Jokowi Maruf Amin Deklarasi Kemenangan di Kampung Deret
KPU Selesaikan Rekap Suara Nasional, Jokowi Maruf 85.036.828 Suara dan Prabowo Sandiaga 68.442.493 Suara
Ketua PAN Zulkifly Hasan Ucapkan Selamat Kepada Jokowi Maruf Amin
KPU Rekap 138.405.558 Suara 30 Provinsi. Jokowi Maruf Unggul 14.055.302 Suara
Jokowi Maruf Amin Unggul di Kaltim
Jokowi Maruf Unggul di Kalimantan Barat