Kriteria Pemimpin Yang Baik, Ini Kata Bupati Tuban

- Tim

Minggu, 31 Maret 2019 - 23:35

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pelantikan dan Harlah Nahdlatul Ulama ke-96 Pengurus Cabang Kabupaten Tuban, Sabtu (30/03/2019) di Pendopo Kridho Manunggal Tuban.

Pelantikan dan Harlah Nahdlatul Ulama ke-96 Pengurus Cabang Kabupaten Tuban, Sabtu (30/03/2019) di Pendopo Kridho Manunggal Tuban.

TUBAN. Netpitu.com – Bupati Tuban, H. Fathul Huda menghadiri Pelantikan dan Harlah Nahdlatul Ulama ke-96 Pengurus Cabang Kabupaten Tuban, Sabtu (30/03/2019) di Pendopo Kridho Manunggal Tuban.

Kegiatan ini dihadiri Ketua Umum PBNU; Sekretaris PWNU Jatim; Ketua DPRD Kabupaten; Sekretaris Daerah; Pimpinan OPD dan Camat; Pengurus dan anggota PCNU Tuban; serta 4000 warga NU di Kabupaten Tuban.

Bupati Tuban mengungkapkan bahwa pemimpin yang baik haruslah memiliki beberapa kriteria. Pertama, pemimpin tersebut harus dekat dengan ulama. Kedua, pemimpin harus amanah dalam mengemban tanggung jawab yang diterima.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lebih lanjut, Bupati menyampaikan data terkait perkembangan realisasi program pemerintah pusat di Kabupaten Tuban tahun 2014-2019. Terkait dengan Dana Desa, realisasi program bantuan Dana Desa tingkat Nasional mengalami kenaikan tiap tahun. Dan pada tahun 2019, Dana Desa kurang lebih mencapai 90 triliun.

“Untuk Pagu Dana Desa untuk Kabupaten Tuban pada tahun 2019 mencapai Rp 256.256.128.000,- dengan Pagu Alokasi Dana Desa (ADD) Kabupaten Tuban sejumlah Rp 123.000.000.000. Dan realisasi program DANA DESA (DD) dan ALOKASI DANA DESA (ADD) pada tahun 2019, rata-rata setiap desa di Kabupaten Tuban sebesar Rp. 1,2 milyar,” jelas Bupati.

Guna memastikan pengelolaan Dana Desa tersebut, Bupati Tuban intens melakukan peninjauan ke desa-desa di 20 kecamatan. Bupati bermaksud meninjau pelaksanaan program pembangunan yang dicanangkan antara lain jalan, saluran air, dan rehab Rumah Tidak Layak Hudni (RTLH).

Baca Juga :  Hingga Juli Semen Indonesia Bantukan 6.030 Zak Semen

Bupati Huda juga menerangkan bahwa Program Keluarga Harapan tiap tahunnya mengalami peningkatan. Hal ini sebagai bukti perhatian dan kehadiran Pemerintah terhadap masyarakat miskin.

Berdasarkan data dari Dinsos P3A Kabupaten Tuban, jumlah penerima PKH pada tahun 2018 mencapai 58.390 orang dengan total anggaran mencapai Rp. 85.301.740.000.

Selain itu, juga diluncurkan Program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) dengan maksud menjamin derajat kesehatan masyarakat miskin. Program JKN-KIS tersebut juga mengalami peningkatan dan pada tahun 2019 berjumlah 536.050 orang.

“Kita di bidang pertanian untuk Kabupaten Tuban mampu memproduksi surplus padi sebanyak 58 persen dan mampu produksi jagung hingga 600 ribu ton,” paparnya.

Dengan capaian ini sekarang Kabupaten Tuban menjadi salah satu penunjang lumbung pangan terbesar di Jawa Timur dan Nasional. Di samping itu, pemerintah pusat telah menyerahkan beberapa alat mesin pertanian, salah satunya menyerahkan 20 unit mesin dryer (pengering) dan memberikan bibit jagung untuk 30 ribu ha.

Tidak hanya itu, melalui Program Perhutanan Sosial, diserahkan sertifikat sebagai hak pengelolaan atas area hutan untuk petani hutan. Pada tahun 2018, pemerintah menyerahkan lahan seluas 4208,3 ha kepada 1429 KK untuk dikelola.

Demi mewujudkan Kabupaten Tuban yang religius, juga telah ditetapkan 3 regulasi, yaitu: Perda No. 6 Tahun 2016 Tentang Pendidikan akhlak Mulia; Perbup Kabupaten Tuban Nomor 5 Tahun 2018 tentang Gerakan Mengaji; dan Perda No 17 Tahun 2016 Tentang Pengelolaan Taman Pemakaman.

Baca Juga :  MI Muhamadiyah 24 Panemon Gelar Pengobatan Gratis

Sementara itu, Ketua Umum PBNU, Prof. Dr. KH. Sa’id Aqil Siradj, MA., menjelaskan bahwa kondisi umat di negara lain, seperti Irak, Syiria, dan Yaman, tengah mengalami gejolak. Pertikaian antar sesama muslim sudah terjadi berlarut-larut. Hal tersebut disebabkan adanya perbedaan ideologi yang tidak bisa disatukan.

Lebih lanjut, Sa’id Aqil menerangkan pasca Reformasi, berbagai paham masuk ke negara Indonesia diantaranya JIH, Daulah Islamiyah ISIS, HTI, dan organisasi lainnya. Hal ini perlu diantisipasi agar keutuhan NKRI tetap dapat dipertahankan. Sekitar tahun 1915, KH. Hasyim Asy’ari telah memprediksi bahwa dinasti khilafah akan bubar. Karenanya, mbah Hasyim menekankan agar bangsa Indonesia tidak menjadi negara yang sekuler.

“Harus tetap mengedepankan aspek keagamaan dalam menjalankan pemerintahan,” ungkapnya.

Kyai kelahiran Cirebon ini menegaskan NU telah menetapkan bahwa nasionalisme bagian dari Iman. Gagasan yang dicetuskan mbah Hasyim ini memiliki pengertian bahwa agama dan nasionalisme adalah satu tarikan nafas.

“Jika seorang mengaku dirinya nasionalis juga harus beragama. Seorang nasionalis agamis juga harus mencintai tanah airnya. Juga harus mengerti bagaimana sejarah dari tanah airnya,” tegasnya.

Kyai Said menyerukan selama NU memegang teguh ajaran, amalan, dan khitahnya maka NU akan tetap bertahan dan dibutuhkan bangsa Indonesia. Islam harus disampaikan dengan damai tanpa melakukan kekerasan. Tapi menghormati kebudayaan, adat istiadat setempat.

Baca Juga :  Hah.....! Ngurus Tanda Tangan Kadis di Kartu Keluarga Saja Butuh Waktu Setahun

“Siapapun yang mengganggu dan mengancam kedaulatan NKRI maka harus dilawan. Diusir dari negara Indonesia. Pertikaian antar umat beragama harus dihentikan,” serunya.

Dirinya juga mengajak seluruh warga NU untuk menjadi kader yang berkarakter, berkepribadian, dan cerdas. Selain itu, pengurus NU harus kuat dan harus lebih baik daripada sebelumnya.

Pada kesempatan yang sama, Rais Syuriah PCNU Tuban, KH. Cholilurrahman menyatakan bahwa NU telah melahirkan tokoh-tokoh nasionalis-agamis yang ikut mempertahankan NKRI, sejak jaman kemerdekaan hingga saat ini. Karenanya, warga NU ikut bertanggungjawab terhadap keutuhan bangsa saat ini.

Terkait dengan kepemimpinan, Mbah Kholil berpesan setiap pemimpin harus mampu menampung aspirasi rakyat. Pemimpin juga harus mau berkumpul dengan masyarakat kecil. Pemimpin juga harus berjuang demi kemaslahatan umat. Pemimpin tidak boleh tergiur dengan jabatan dan kekayaannya.

Mbah Kholil mengingatkan bahwasanya seorang pemimpin harus menjaga tutur kata dan perilakunya. Selain itu, harus memiliki kesabaran dan ketabahan hati. Juga memberi manfaat bagi umat tanpa membedakan suku, bangsa, maupun agama.

“Dirinya menjadi suri tauladan bagi yang dipimpinnya,” tuturnya.

Pada kesempatan ini, dilakukan Pelantikan Pengurus PCNU Tuban dan Pengurus Lembaga NU Cabang Tuban masa Khidmat 2018-2023. Pada kepengurusan PCNU Tuban periode ini, Bupati dan Wakil Bupati dilantik menjadi Mustasyar PCNU Tuban. Kegiataneriahkan dengan atraksi pencak silat dan musik hadrah islami.

(met)

Berita Terkait

LHP BPK Kab. Bojonegoro Sudah Diserahkan Ke Ketua DPRD Tapi Tak Dibagikan Pada Anggota
16 Lowongan Parades Di Sukosewu, Jangan Lempar Bola Panas Ke Kecamatan
Hoax Kabar Penghentian Hibah BKD Dari KPK
Dorong Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik, Kementerian PAN RB Lakukan Rakor Online
Miris, Masih Ada Jalan Poros Desa Berlumpur di Bojonegoro
PDIP : Pemkab Harus Berikan Solusi Soal Kelambatan Pencairan ADD
Duh, 53 Desa Di Bojonegoro Belum Mengajukan Pencairan ADD., Ada Apa ?
Duh… Belum Terima Gaji Bulan Maret, ASN Dinas Sosial Bingung Cari Talangan