Meninggal Dunia, Satu CJH Asal Tuban Gagal Berangkat

- Team

Selasa, 31 Juli 2018 - 20:33

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TUBAN. Netpitu.com – Sebanyak 1.009 Calon Jemaah Haji (CJH) Selasa (31/7), diberangkatkan ke asrama haji Surabaya untuk selanjutnya berangkat ke Mekah untuk menjalani serangkaian ibadah haji. Sedangkan satu orang CJH gagal berangkat karena meninggal dunia.

Bupati Tuban Fathul Huda, berdoa agar CJH berangkat dengan sehat dan kembali ke tanah air dengan sehat pula. Di samping itu, Bupati berharap para CJH juga dikaruniai kesabaran, lapang dada, dan sifat pemaaf. 

Baca Juga :  Kandang Sapi Di Tuban Ini Produksi Arak 500 Liter Per Hari

“Karena ketika di Makkah nanti akan bertemu dengan banyak orang dari berbagai dunia dan karakter, maka harus mengamal sifat-sifat tersebut,” ungkap Bupati.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Secara khusus, Bupati dua periode ini menitipkan doa kepada CJH untuk mendoakan bangsa Indonesia, masyarakat di Jawa Timur khususnya di Kabupaten Tuban. 

Baca Juga :  Proses Lelang Besi di PT Holcim Dianggap Tak Wajar, Warga Ring Satu Unjuk Rasa Holcim

Pada kesempatan ini, Bupati memberikan tali asih kepada salah satu CJH bernama Sukartini. Perempuan ini adalah seorang penjual lontong yang berhasil berangkat haji setelah mendaftar sejak 2010 lalu.

Setiap harinya Sukartini menyisihkan penghasilannya sebesar 25 ribu untuk ditabung agar dapat berangkat haji. 

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tuban, M. Sahid menerangkan pada tahun 2018 Kabupaten Tuban memberangkatkan 1.009 CJH yang masuk dalam kloter 42, 43, dan 44 embarkasi Jawa Timur. Khusus untuk kloter 44, calon jamaah haji Tuban akan tergabung dengan calon jamaah haji dari Pacitan, Surabaya, Gresik dan Bojonegoro. 

Baca Juga :  Kunjungi Blok Cepu Watanas Cari Sumber Ketersediaan Energi Migas

“Sebelumnya, jumlah CJH sebanyak 1.010 orang. Namun pada tanggal 26 Juli yang lalu, atas nama Sutarmin dari Kecamatan Senori dipanggil Allah,” terang Sahid. 

(gio)

Berita Terkait

Bupati Tuban Izinkan Karantina Wilayah Desa Episentrum Covid19
Kapolres Tuban Sosialisasikan Physical Distancing di Perumahan Padat Penduduk
Bupati Huda Minta Warga Waspadai Bencana Hidrometeorologi
Ketika Bupati Anna Muawanah Menikmati Lomba Kicau Burung
Udek, Uniknya Tradisi Warga Desa Turigede Lakukan Sedekah Bumi
Komisi VII DPR RI : Sumur Minyak Tradisional Potensi Tambah Lifting Minyak
Peringati Hari TNI, Persit KCK Gelar Menghias Lomba Nasi Tumpeng
Pameran IBD EXPO 2018 Perhutani Masih Andalkan Pendapatan Dari Penjualan Kayu Glondong