
BOJONEGORO. Netpitu.com – Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menginginkan adanya semangat kebersamaan pemerintah dan warga Bojonegoro dalam membuat Peraturan daerah ( Perda ) Ketenteraman dan Ketertiban Umum. Karenanya bupati berharap adanya masukan dan aspirasi masyarakat yang nantinya dapat diadopsi ke dalam Perda tersebut.
Hal tersebut disampaikan bupati saat membuka Focus Group Discussion (FGD) Rancangan Peraturan Daerah tentang Penyelenggaraan Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat serta Perlindungan Masyarakat di Hotel Griya Dharma Kusuma (GDK), Selasa (15/9/2026).
“Perda ini harus efektif, adil dan dapat diterapkan di masyarakat. Pembuatan perda harus sesuai aspirasi dan keinginan masyarakat. Maka kesempatan hari ini penting, bukan hanya formalitas,” katanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
FGD ini digelar untuk menampung dan mengimplementasikan suara masyarakat khususnya pelaku ekonomi, hingga tokoh masyarakat.
Dikatakan Bupati, Perda ini menjadi semangat bersama karena berkaitan dengan ketentraman dan ketertiban umum.
Dalam.penyusunan Perda ini, bupati berkomitmen terbuka terhadap kritik untuk kemajuan bersama, sehingga dapat menghasilkan Perda yang memberikan keamanan dan ketentraman bagi masyarakat.
Terlebih, tantangan yang dihadapi masyarakat sekarang ini sangat kompleks sehingga pembahasan harus mendetail. ” PKL berperan sebagai penggerak ekonomi. Sehingga memerlukan masukan konstruktif berkelanjutan dan menjawab kebutuhan masyarakat,” nya.
Hadir dalam FGD perwakilan dari pedagang kaki lima, yang diharapkan dapat menyalurkan aspirasinya ke dalam Perda tersebut.
Sementara itu, Kepala Satpol PP Kabupaten Bojonegoro Laela Nor Aeny menjelaskan FGD bertujuan memperbarui dan menyesuaikan landasan hukum operasional hingga memberikan perlindungan. Satpol PP bekerja sama dengan Tim UGM dan didampangi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda dan Bapemperda DPRD Kabupaten Bojonegoro.
( Yon )











