BOJONEGORO. Netpitu.com – Progres pembangunan KDKMP di Bojonegoro telah menjangkau 396 titik dari target 430 desa atau mencapai 92,9 persen. Dari jumlah tersebut, sebanyak 160 titik telah rampung 100 persen. Hal tersebut disampaikan oleh Dandim Bojonegoro, Letkol Inf. Dedi Dwi Wijayanto, saat menerima kunjungan wakil Panglima TNI, Jenderal Tandyo Budi Revitalisasi di Bojonegoro.
Untuk tahap launching pada 16 Mei mendatang, Bojonegoro siap mengoperasikan 85 gerai di 22 kecamatan.
Penentuan titik operasional mempertimbangkan daya beli masyarakat, ketersediaan infrastruktur pendukung, serta tingkat risiko bencana yang rendah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Komandan Kodim 0813 Bojonegoro, Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto, menyampaikan bahwa koperasi ini tidak hanya menjadi pusat perdagangan, tetapi juga motor penggerak ekonomi desa.
“Koperasi ini tidak hanya menjadi pusat perdagangan, tetapi juga menjadi motor penggerak potensi lokal. Strategi kami yaitu berkolaborasi dengan berbagai pihak seperti UMKM lokal untuk memasok produk unggulan. BUMD Pangan akan mengintegrasikan informasi komoditas pangan seperti padi, jagung, dan kedelai, dan KDKMP berkomitmen menyerap hasil tani masyarakat dengan harga kompetitif,” paparnya.
Dalam peninjauan fisik gerai dan gudang koperasi, Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo memberikan apresiasi atas progres pembangunan KDKMP di Bojonegoro dan Lamongan yang dinilai menunjukkan kesiapan signifikan. Ia menegaskan pentingnya memastikan kesiapan operasional di lapangan agar tidak terjadi kendala distribusi maupun teknis saat peluncuran nanti.
“Orientasi kita adalah memastikan tidak ada kendala teknis saat operasional. Jika ada kendala distribusi, misalnya dari Bulog, kami akan bantu dorong dari pusat agar sinergi antara pelaksana di bawah dan kebijakan di atas berjalan selaras,” tegas Jenderal Tandyo.
Ia juga menyampaikan bahwa selama tiga tahun ke depan, KDKMP akan menggunakan sistem manajemen komando untuk menjaga stabilitas bisnis sebelum nantinya dikelola secara mandiri. Terkait inovasi pengolahan sampah, pihaknya mengapresiasi langkah tersebut dengan catatan lokasi pengolahan harus diperhitungkan secara matang agar tidak menimbulkan dampak lingkungan baru bagi masyarakat sekitar.
Setiap unit KDKMP nantinya akan dikelola oleh 18 personel yang terdiri dari satu manajer, empat tenaga ahli pangan, dan 13 personel lokal yang telah mendapatkan peningkatan kapasitas melalui Asosiasi KDKMP.
Ditegaskan pula bahwa, KDKMP akan menjadi pusat distribusi kebutuhan masyarakat, rumah bagi produk UMKM desa, sekaligus penghubung ekonomi desa dengan pasar yang lebih luas melalui pemanfaatan teknologi digital dan e-commerce.
Sementara itu, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menyampaikan dukungan penuh terhadap program strategis nasional tersebut. Selain memaksimalkan potensi desa, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro juga berkomitmen meningkatkan kapasitas sumber daya manusia pengelola koperasi melalui pelatihan dan pendampingan operasional.
“Koperasi Desa Merah Putih diharapkan menjadi sarana bagi masyarakat desa untuk menyalurkan produk unggulan desa serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkas Bupati.
( Yon )









